Manusia Unggul dari Masyarakat Unggul

Foto: richarduhlhorn.com

Foto: richarduhlhorn.com

Tiga syarat masyarakat yang unggul adalah, pertama, masyarakat yang memiliki teks orginal, yaitu Alquran dan Hadist. Kedua, teks tersebut dipahami sebagaimana generasi awal Islam memahaminya. Ketiga, teks tersebut dilaksanakan. Implikasi dari masyarakat yang unggul adalah memunculkan manusia yang unggul.

Demikian disampaikan oleh Ahmad Heryawan, Gubernur Jawa Barat, dalam diskusi usai tarawih di masjid Salman ITB pada Kamis (26/8) malam lalu. Kegiatan ini dihadiri oleh sekitar 200 mahasiswa dan jamaah Salman ITB yang kebetulan masih ingin berdiskusi dengan Ahmad Heryawan usai tarawih.

Lebih lanjut, Ahmad Heryawan juga menyampaikan bahwa masyarakat unggul biasanya memiliki materi yang unggul dan wajah nurani yang unggul pula. Hal ini pernah terjadi ketika Utsman bin Affan menjadi khalifah. Ketika itu, tidak ada seorang pun yang berhak menerima zakat karena keunggulan masyarakat dalam hal materi. Sedangkan dari segi keagamaan, semalas-malasnya masyarakat ketika itu, mampu membaca Alquran hingga 1 jus per harinya.

Tingkatkan Partisipasi Pendidikan

Dalam diskusi ini, Heryawan juga menyinggung perkembangan Jawa Barat dalam sektor pendidikan. Menurutnya, pemerintah Jawa Barat telah mampu menggratiskan pendidikan tingkat SD dan SMP sejak tahun 2009. Keberhasilan ini mampu meningkatkan partisipasi pendidikan SD di Jawa Barat dari 93 persen menjadi 95,6 persen, dan dari 89 persen menjadi 93,5 persen untuk tingkat SMP.

Sedangkan untuk tingkat SMA, terjadi peningkatan partisipasi dari 51 persen menjadi 57 persen. Peningkatan 6 persen ini mampu menyelamatkan 300 ribu pelajar di Jawa Barat.

Meskipun begitu, Heryawan belum mampu meningkatkan tingkat partisipasi tingkat SMA di Jawa Barat menjadi 70 persen. Alasannya, ruang kelas yang tersedia hanya mampu menampung SMA hingga angka partisipasi 60 persen.

Untuk itu, Heryawan menuturkan bahwa pihaknya akan menambah 9 ribu ruang kelas baru. Meskipun begitu, tidaklah mudah untuk mewujudkannya. Bila satu ruang kelas membutuhkan dana 100 juta Rupiah, dibutuhkan dana 900 milyar Rupiah untuk memiliki 9 ribu ruang kelas baru.

Namun, Heryawan optimis pihaknya mampu membangun ruang kelas sesuai dengan target. Pihaknya telah menyiapkan dana untuk membangun 6 ribu ruang kelas. Sedangkan 4 ribu sisanya, akan Heryawan coba mintakan ke dunia usaha. “Mudah-mudahan mereka mau kasih lebih dari 4 ribu ruang kelas,” harap Heryawan.

Submit your comment

Please enter your name

Your name is required

Please enter a valid email address

An email address is required

Please enter your message

Timeline

  • April 21, 2012 01:52

    Salman Reading Corner punya lomba Resensi Buku lho setiap bulannya, hadiahnya voucher belanja 300rb di Gn. Agung. Ikut? http://t.co/KMqxCjxA

  • April 21, 2012 01:50

    assalamu'alaikum, selamat akhir pekan, teman-teman :D

  • April 17, 2012 01:30

    Room Mate dan Budaya Kita http://t.co/8WmwCaiw

  • April 17, 2012 01:23

    Agar Finansial Tak Jadi Beban Bagi Calon Pengantin http://t.co/04O7oq07

  • April 17, 2012 01:19

    dari acara syukuran wisuda kemarin: Follow The Passion atau Lakukan yang Terbaik http://t.co/UwfCeNg6

Masjid Salman ITB © 2012 All Rights Reserved

Developed by Onnay Okheng.