Itikaf di Masjid Salman ITB, Wisata Ruhani Tahunan Keluarga

Seorang jamaah itikaf Salman ITB sedang membaca Alquran di koridor Masjid Salman ITB. Sedangkan jamaah lainnya memilih untuk beristirahat sejenak. (Foto: Yudha PS)

Seorang jamaah itikaf Salman ITB sedang membaca Alquran di koridor Masjid Salman ITB. Sedangkan jamaah lainnya memilih untuk beristirahat sejenak. (Foto: Yudha PS)

Sekumpulan anak laki-laki dan perempuan berumur skitar 10 tahun, tampak akrab bermain di pojokan ruang utama Masjid Salman ITB Rabu (8/9) pagi. Di sekitarnya, tas-tas dan peralatan tidur mereka bertumpuk. Tak jauh dari situ, seorang bapak tengah diapit oleh 2 anak perempuan.

Tampak sang bapak sedang menerangkan kandungan Alquran yang sedang ada di pangkuannya. Tak lama, salah seorang anak laki-laki yang tampak di kumpulan tadi, mendekat dan ikut mendengarkan pemaparan sang bapak.

“Ini adalah anak-anak saya, dan itu adalah anak-anak saudara saya,” tutur Kusdina (56) sambil menunjuk ke arah sekumpulan anak yang tengah bermain di pojokan ruangan utama Masjid Salman ITB.

Sejak tahun lalu, Kusdina dan keluarga besarnya kerap beritikaf di Masjid Salman ITB. Ramadhan tahun ini, Kusdina membawa 6 orang anaknya. Jumlah ini belum ditambah dengan anak-anak adik dan kakaknya.

“Adik saya bawa 7 anak, kakak saya ada yang bawa 4 anak. Jumlah keluarga besar saya yang ikut ke sini (itikaf di Masjid Salman ITB) genap 30 orang tahun ini,” papar Kusdina.

Menurut warga Depok ini, itikaf di Masjid Salman ITB telah menjadi wisata ruhani dia dan keluarganya. “Bahkan anak saya tidak sabaran untuk beritikaf di Masjid Salman ITB. Dia (anak Kusdina) selalu menanyakan,’Kapan kita beritikaf di (masjid) Salman, Pah?’” ungkap dosen Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia ini.

Selain wisata ruhani, momen itikaf juga Kusdina manfaatkan untuk mempererat hubungan keluarga besarnya. “Biar anak-anak saya dan anak-anak adik-kakak saya lebih akrab,” harap Kusdina.

Kusdina sendiri memilih Masjid Salman ITB sebagai tempat itikaf dirinya dan keluarga karena Masjid Salman ITB dinilai nyaman. “Ruangannya luas, halamannya juga luas. Sehingga anak-anak tidak jenuh berada di sini (Masjid Salman ITB),” tutur lulusan kedokteran UI yang mengaku setiap tahun berlebaran di Cimahi ini.

Tidak hanya Kusdina dan keluarga besarnya saja yang menggagendakan untuk selalu beritikaf di Masjid Salman ITB. Ida (45) beserta anaknya Ilham (11) warga Turangga, Buahbatu, pun sejak tahun lalu selalu beritikaf di Masjid Salman ITB.

“Itikaf di Salman ITB enak, tidak terlalu ramai,” tutur Ida. “Saya juga lebih nyaman di sini (Masjid Salman ITB) karena lebih familiar bagi saya,” ungkap aktivis Keluarga Remaja Islam Salman (Karisma) ITB di tahun 80-an ini. “Saya juga jadi banyak teman, jadi kenal banyak orang,” sambut Ilham, anak bungsu Ida.

Itikaf Masjid Salman ITB tidak hanya diisi oleh mereka yang jauh dari Salman. Ustadz Andri Mulyadi, asisten manajer Divisi Pelayanan dan Dakwah (DPD) Salman ITB pun tak mau kalah mengejar lailatur qadar dengan beritikaf di Masjid Salman ITB.

“Sudah hampir 10 hari saya beritikaf di sini (ruangan Masjid Salman ITB),” tutur Andri. Andri memaparkan bahwa dirinya lebih banyak menghabiskan waktu di Masjid Salman ITB dibandingkan di tempat lain. “Saya tidak ke mana-mana, tetap di sini (Masjid Salman ITB). Ke (ruangan sekretariat) DPD Salman ITB pun tidak, ungkap Andri.

Selama itikaf, Andri banyak mengisi ceramah dan memimpin diskusi jamaah. Andri juga kerap menjadi imam shalat Subuh, Maghrib, dan shalat Isya di Masjid Salman ITB pada 10 hari terakhir Ramadhan.

Andri sendiri mengaku sangat menikmati beritikaf di Masjid Salman ITB. Selama beritikaf di Salman ITB, banyak yang berkonsultasi ke Andri perihal agama dan kehidupan. “Mungkin karena mereka (jamaah) tahu saya orang Salman ITB mungkin, yah,” simpul Andri.

Masjid Salman ITB © 2013 All Rights Reserved

Developed by Onnay Okheng.