Pro-kontra tentang penentuan arah kiblat terus terjadi. Banyak warga Indonesia yang masih bingung bagaimana cara menentukan arah kiblat sholat. Banyak masjid yang sudah benar arah kiblatnya, tetapi arah kiblatnya diubah lagi. Selain itu, keluhan dari masyarakat juga sering berdatangan terkait isu perubahan arah kiblat sholat. Masyarakat takut jika arah kiblatnya diubah, ibadah mereka sebelumnya sia-sia.
Jumat (3/9) diadakan seminar dan workshop tentang Penentuan Arah Kiblat Menggunakan Teknologi Internet oleh Prof. Dr. T. Djamaluddin (LAPAN). Bertempat di Ruang Utama Masjid Salman ITB, kegiatan ini dihadiri oleh lebih dari 100 peserta yang terdiri dari guru, penyuluh, KUA, dan masyarakat lainnya.
Dalam seminar dan workshop ini dijelaskan cara menentukan arah kiblat melalui internet. Cara mengaksesnya dapat menggunakan Microsoft Encarta dan Google Earth. Untuk mempermudah mencari lokasi, sebaiknya menggunakan Google Earth, karena aplikasi tersebut dapat menjangkau sampai atap rumah. Selain dengan internet, ada cara lain untuk menentukan arah kiblat, yaitu dengan cara melihat arah bayangan matahari.
Arah kiblat umat Islam untuk Indonesia adalah menghadap ke arah barat laut. Posisinya bervariasi sesuai dengan letak kawasan masing-masing. Ketentuan ini sesuai dengan fatwa ulama No.5 tahun 2010. Arah kiblat yang bervariasi ini menimbulkan kebingungan pada masyarakat. Untuk itu, masyarakat harus tahu bagaimana cara menentukan arah kiblatnya tersebut.
Di akhir seminar juga membahas tentang masalah waktu subuh dan penentuan awal bulan. Waktu subuh di Indonesia mengalami perdebatan. Hal ini karena, waktu subuh ketika matahari berada pada posisi -200. Posisi ini sedikit lebih cepat jika dibandingkan dengan wilayah-wilayah di negara lain, yaitu pada posisi -180. Penentuan posisi ini didasarkan letak Indonesia berada di wilayah tropis. Pada daerah tropis, tebal lapisan litosfer sekitar 17 km, sedangkan pada daerah kutub hanya 10 km. Hal ini mengakibatkan waktu subuh di Indoneasia lebih awal.
Penentuan awal bulan juga banyak menimbulkan perdebatan. Hal ini dikarenakan cara untuk mentukan awal bulan berbeda-beda. Untuk tahun sekarang, awal bulan Ramadhan dan Syawal di Indonesia semuanya seragam. Namun untuk bulan Dzulhijah terdapat perbedaan tanggal awal bulan.







![Sekolah Pranikah Angkatan 14 [19 Februari 2012] Sekolah Pranikah Angkatan 14 [19 Februari 2012]](http://salmanitb.com/wp-content/uploads/2012/02/poster-SPN-50x50.jpg)


![Aksi Donor Darah dan Infaq Transfusi [10 Februari 2012] Aksi Donor Darah dan Infaq Transfusi [10 Februari 2012]](http://salmanitb.com/wp-content/uploads/2012/02/IMG_4265-50x50.jpg)
