Beasiswa Kuliah Banyak Tersebar di Indonesia

Deretan calon penerima Beasiswa Perintis ketika tengah mengerjakan tes di Ruang Utama Masjid Salman ITB. (Foto: Yudha PS)

Deretan calon penerima Beasiswa Perintis ketika tengah mengerjakan tes di Ruang Utama Masjid Salman ITB. (Foto: Yudha PS)

Beasiswa untuk bisa kuliah, banyak tersebar di Indonesia. Tahun 2010 saja, ada sekitar 18 ribu beasiswa kuliah yang disediakan pemerintah Indonesia untuk rakyatnya. Jumlah ini bisa lebih banyak bila dihitung dengan beasiswa dari lembaga dan institusi swasta lainnya. Hal ini belum termasuk tawaran beasiswa dari negara lain.

Demikian disampaikan oleh Abdullah Syuaib, direktur bimbingan belajar Rumah Exacta (RExa) dalam sambutannya sebelum tes pertama Beasiswa Perintis di Ruang Utama Masjid Salman ITB pada Minggu (5/9). Dihadapan sekitar seribu siswa SMA calon penerima beasiswa perintis, Abdullah memotivasi mereka untuk tidak minder dan terus semangat belajar.

Meskipun jumlahnya sangat banyak, tetapi beasiswa yang ada masih belum seluruhnya terserap sempurna. Contohnya saja dengan Beasiswa Pelopor tahun 2010 yang dikelola oleh dirinya. Dari kuota 100 paket beasiswa yang tersedia, hanya 95 mahasiswa yang mendapatkannya. Sedangkan 5 sisanya tidak digunakan karena tidak ada penerima yang dinilai layak mendapatkannya.

Menurut Abdullah, prestasi penyerapan Beasiswa Pelopor dia nilai masih lebih baik dibandingkan program beasiswa lainnya. Pada program beasiswa lain, bahkan ada yang kuotanya untuk 100 anak, tapi yang terserap hanya 60 anak saja. Sedangkan 40 sisanya tidak digunakan lantaran tidak tersedianya penerima beasiswa yang memenuhi syarat.

Untuk itu, Abdullah mengajak calon penerima Beasiswa Perintis untuk mampu meraih peluang beasiswa yang tersebar di seluruh Indonesia. “Ada banyak lahan beasiswa di Indonesia. Pertanyaannya, bagaimana beasiswa tersebut dapat diraih,” ungkap Abe, sapaan akrab Abdullah. “Bukankah enak kuliah gratis? Belum lagi dapat uang saku tiap bulan,” lanjut Abdullah.

Perlu Strategi, Kejujuran, dan Pendampingan

Meskipun begitu, Abdullah mengakui tidak mudah untuk meraih beasiswa yang tersedia. Diperlukan strategi, kejujuran, dan pendampingan untuk siswa dapat meraihnya. Untuk itu, pihaknya menggelontorkan program Beasiswa Perintis.

Adapun tujuan program ini adalah mendampingi siswa SMA yang berpotensi agar memiliki kemampuan yang mencukupi dan memiliki strategi matang. Sehingga penerima Beasiswa Perintis bisa meraih beasiswa yang sesuai dengan minat dan bakatnya. “Sebisa mungkin, kita rebut (beasiswa yang tersedia) sebanyak-banyaknya,” ajak Abdullah.

Dalam Beasiswa Perintis kali ini, Abdullah menuturkan ada 200 kursi yang tersedia untuk program pendampingan selama 6 bulan lamanya. Hal ini dikarenakan anggaran dan waktu yang terbatas. “Namun, bila Rumah Amal memiliki anggaran lebih banyak, mungkin bisa serap lebih banyak siswa,” ungkap Abdullah.

Beasiswa Perintis Bandung Raya sendiri mencakup 5 wilayah di Bandung dan sekitarnya, yaitu: Kota Bandung, Kabupaten Bandung, Kabupaten Bandung Barat, Kota Cimahi, dan Kabupaten Sumedang. Setelah lebaran nanti, akan dilanjutkan dengan wilayah Jakarta, Bogor, Depok, Tanggerang, dan Bekasi (Jabodetabek); Karawang dan Purwakarta; dan wilayah Cirebon, Indramayu, Majalengka, dan Kuningan (Ciayumajakuning). Ditargetkan, untuk seluruh Jawa Barat, program ini bisa menyerap hingga seribu siswa SMA untuk menerima Beasiswa Perintis.

Abdullah juga berpesan jangan sampai perguruan tinggi negeri di Jawa Barat banyak diisi oleh orang-orang non-Jabar.  “Harus kita (masyarakat Jawa Barat) yang isi. Sehingga, 5 hingga 10 tahun ke depan, akan ada banyak generasi penerus Jawa Barat yang akan menggantikan generasi lama,” harap Abdullah optimis.

Submit your comment

Please enter your name

Your name is required

Please enter a valid email address

An email address is required

Please enter your message

Masjid Salman ITB © 2012 All Rights Reserved

Developed by Onnay Okheng.