Salman, Ramadhan dan 17 Agustus

Foto: skthew.com

Foto: skthew.com

Ramadhan kali ini sangatlah istimewa. Ramadhan, bulan istimewa yang ditunggu semua umat muslim di seluruh dunia terjadi bertepatan dengan peringatan kemerdekaan RI ke-65. Momen ini mengingatkan kita pada prosesi proklamasi 17 Agustus 1945 silam. Ketika itu, terjadi pula pada bulan Ramadhan, tepatnya pada 9 Ramadhan 1367 H.

Dilihat dari segi perjuangannya, ada korelasi antara bulan istimewa Ramadhan dan 17 Agustus. Pada bulan Ramadhan, kita dituntut untuk berlomba-lomba mencari pahala dari Allah SWT. Pahala dilipatgandakan tak hingga derajatnya. Syaitan dibelenggu menandakan kita harus berjibaku mencari kebaikan dan hidayah Allah sebanyak-banyaknya. Kita harus berjuang sampai akhir Ramadhan untuk mencapai tingkatan takwa. Titel yang sangat luar biasa bagi seorang mukmin.

Adapun 17 Agustus, kita diingatkan pada persitiwa sejarah masa lalu. Ketika penjajah berusaha mengobrak-abrik kedaulatan negara ini, para pahlawan yang tanpa belas kasih berusaha membela  tanah air ini tanpa pamrih. Harta benda sampai jiwa pun dikorbankan untuk mencapai satu tujuan mulia, Merdeka. Puncak dari deklarasi pertanda kemerdekaan negara ini, jatuh pada 17 Agustus.

Untuk itu, marilah kita meniru perjuangan para pahlawan untuk mencapai gelar ‘takwa’ pada Ramadhan kali ini. Marilah kita tingkatkan ibadah sunnah kita, tilawah kita, shodaqoh kita, qiyamul lail kita, dan ibadah-ibadah lainnya, semata-mata mencari ridho Allah. Sehingga pada akhirnya, kita digelari oleh Allah ‘la’allakum tattaquun’, termasuk hambanya yang bertakwa.

Masjid Peradaban Salman ITB sangat futuristik dan kreatif mengemas agenda Ramadhan kali ini. Lewat Panitia Pelaksana Program Ramadhan (P3R), Masjid Salman membuat gebrakan baru dalam mengemas acara Ramadhan kali ini.

Tarawih yang semalam menghabiskan setengah juz, kini direduksi menjadi lebih ringan. Kajian-kajian yang biasa full abis, kini dipangkas menjadi beberapa kajian saja. Puncaknya, diadakan buka bareng  makanan berat yang setiap harinya Salman menyediakan 600 porsi makanan.

Konsepnya pun banyak yang dibuat berbeda. Seperti pada kajian menjelang ifthor yang mengundang  pemusik-pemusik kampus. Hal ini dapat dilihat pada pembukaan P3R yang menampilkan Kelompok Musik Himpunan Mahasiswa Geologi ITB, MUSANG GEA. Semua itu dilakukan untuk memudahkan dan meningkatkan semangat jamaah Salman dalam beribadah kepada Allah.

Akhirnya, dengan Ramadhan yang tinggal tiga minggu ini, marilah kita tiru semangat kemerdekaan ini untuk berlomba-lomba mencari pahala Allah. Marilah kita ramaikan masjid Salman ITB untuk berlomba-lomba menjadi seorang yang bertakwa. Merdeka !!!

Penulis adalah mahasiswa Matematika ITB 2009


Submit your comment

Please enter your name

Your name is required

Please enter a valid email address

An email address is required

Please enter your message

Masjid Salman ITB © 2012 All Rights Reserved

Developed by Onnay Okheng.