Salman Pindah Sehari!

Foto bareng sebelum pulang ke rumah masing-masing (Foto: Tristia R.)

“Wow. Salman pindah ke rumahmu, Tris!” celoteh salah satu aktivis Pembinaan Anak-Anak Salman ITB (PAS-ITB) kepada saya. Ya, sebanyak 24 aktivis berbagai unit memadati sebuah rumah untuk menyantap hidangan buka puasa. Mari kita absen. Aktivis PAS ada. KARISMA juga. KORSA tak mau ketinggalan. Bahkan Aksara pun turut serta. Apa ini merupakan sebuah acara kekeluargaan antar unit dari KARIM?

Bukan. Ini merupakan acara milik PAS, Tajil Fan Club (TFC), yang pada Senin (23/08) diadakan di rumah saya. Pada awalnya acara ini ditujukan untuk kakak-kakak pembina PAS saja. Tetapi karena hanya sedikit kakak PAS yang datang, sedangkan hidangan yang disediakan tuan rumah cukup banyak, timbul suatu inisiatif dalam benak. Saya putuskan untuk menelepon rekan-rekan dari unit lain untuk dapat turut menikmati hidangan di rumah saya.

Pertama, saya hubungi Rino Ferdian dari KARISMA untuk mengajak teman-teman unitnya. Lalu saya menghubungi Aikhalid dari Aksara. Voila! Alhasil Rino membawa lima temannya dan Aikhalid menggiring dua anggota Aksara. Ternyata Ai (sapaan akrab Aikhalid) juga mengajak lima rekan anggota KORSA.

Usai menyantap timbel dan lalapan yang disediakan, para aktivis memasang telinga mereka untuk mendengarkan suatu tausiyah. Walaupun mata mengantuk dan badan lelah, tapi untuk menimba ilmu tentu tiada hentinya. Asep Jamaludin, selaku penceramah dalam TFC kali ini, mengaku senang sekali dapat berkesempatan berdiskusi dengan mahasiswa.

“Nah, gini nih asyiknya diskusi dengan kaum mahasiswa, mah. Cepet ngerti kalau ada istilah asing,” celotehnya di sela-sela penyampaian ceramahnya tentang 7 kriteria orang-orang ahli surga.

Salah satu dari sekian kriteria ahli surga, menurut guru ngaji yang menjuluki dirinya “raja budak” ini, adalah orang-orang yang saling berkasih-kasihan karena Allah.

“Seperti ini nih contohnya: kekeluargaan di antara para penggiat unit-unit di Salman. Semoga kita semua termasuk dalam golongan ahli surga, yah.”

Hadirin pun mengamini.

Banyak Cerita di Antara Kita Bersama

Seusai ceramah berlangsung, saya dan Irfan Ramdani (Ketua Umum PAS) berinisiatif untuk mengadakan sesi “ta-aruf” di kalangan aktivis yang hadir dalam kesempatan itu.

“Marilah kita saling bekenal-kenalan. Tidak semua teman-teman di sini yang saya tahu nih,” tutur Irfan sang MC “ceria”.

Akhirnya secara bergiliran semua aktivis menyebutkan nama, tempat ia berkuliah, dan unit yang ia ikuti di Salman. Perkenalan berlangsung seru dan konyol. Adik saya bahkan ikut tertawa walaupun tidak paham dimana letaknya kelucuan yang terjadi.

“Banyak cerita di antara kita bersama, sayang sekali jika ini dilewatkan begitu saja,” celoteh Irfan disambut cibiran hangat aktivis lain yang menganggapnya terlalu “lebay” dalam berujar.

Semoga saja selain acara dadakan buka bersama antar unit di rumah saya ini, masih banyak momen-momen lainnya membuntuti. Tentu saja yang dapat mempersatukan dan memperkuat ukhuwah unit-unit di Salman sehingga pada akhirnya kami dapat bersama-sama bertemu di Surga nantinya. Amin.

About author
Berusaha memberdaya, bukan diperdaya.

Masjid Salman ITB © 2013 All Rights Reserved

Developed by Onnay Okheng.