Mungkinkah Umur Manusia Bertambah dan Berkurang?

Foto: odec.ca

Foto: odec.ca

Rabu (18/8), Panitia Pelaksana Program Ramadhan (P3R) Salman kembali menggelar acara bedah buku. Acara yang merupakan bagian dari program Islamic Book Fair ini, diselenggarakan di ruang utama masjid Salman ITB. Buku berjudul “Mungkinkah Umur Manusia Bertambah dan Berkurang” karya Muhammad Imam Bin Al-Syaukhani, menjadi bahan materi bedah buku.

Ustadz Beni Sarbeni, Lc. selaku pembedah buku, menerangkan bahwa ada hal-hal yang dapat menambah dan mengurangi umur manusia, meski sebenarnya sudah ditentukan oleh Allah SWT. Umur yang dikabarkan Allah kepada malaikat adalah umur yang bisa bertambah. Sedangkan ketentuan batas umur kita ada di Lauh Mahfudz dan hanya diketahui oleh Allah saja.

Berdasarkan penjelasan yang disampaikan oleh Beni, umur manusia dapat berkurang karena sebab-sebab tertentu. Hal yang dapat menyebabkan fenomena tersebut, yaitu berbuat tidak baik kepada orang tua, perbuatan zina, dan akhlaq yang buruk.

“Allah memang sudah menetapkan umur manusia sejak lahir ke dunia. Namun, kita bisa berusaha agar umur kita bisa lebih panjang. Usaha tersebut bisa melalui berdoa dengan perasaan rendah diri, hina, remuk, dan berharap dihadapan Allah SWT,” jelas Beni kepada seluruh hadirin sore itu.

“Umur yang dianugerahlan Allah harus digunakan untuk memberi kemanfaatan. Hal ini sesuai hadist Rasulullah, bahwasanya ‘Sebaik-baik manusia adalah yang bermanfaat untuk orang lain.’ Orang yang melakukannya berarti telah bertindak untuk menjauhkan diri dari api neraka,” tambahnya.

Selain itu, dalam hadist lain, dijelaskan pula bahwa, “Barang siapa yang ingin dilapangkan rezekinya dan dipanjangkan umurnya, maka jagalah silaturahmi.” (HR. Bukhori dan Muslim)

Majelis Ilmu

Gilang Muhammad Gemilang, moderator sekaligus panitia bedah buku, menuturkan bahwa acara ini merupakan ajang majelis ilmu jamaah. Selain itu, bedah buku kali ini juga bertujuan agar masyarakat Salman ITB diperkaya dengan ilmu. Karena sekarang ini masih banyak pergerakan-pergerakan tanpa ilmu yang pasti.

“Melalui acara hari ini pun, masyarakat Salman ITB bisa tau lagi tentang Islam yang menjunjung tinggi ilmu. Namun, hanya orang-orang yang tawadhu-lah yang akan menerima ilmu, dan bagi mereka yang sombong tentu tidak akan dapat ilmu,” papar Gilang.

“Ya, ibarat teko yang dituangkan ke gelas yang berada rendah di bawahnya, tentu dapat menampung air yang ditumpahkan. Begitu pula dengan orang-orang yang tawadhu, tentu akan mudah menerima ilmu,” ujar Gilang mengakhiri perbincangan.

1 comment on this postSubmit yours
  1. Hmmh, subhanallah,, ternyata umur itu bisa bertambah dan berkurang ya,, baru tahu,,

Submit your comment

Please enter your name

Your name is required

Please enter a valid email address

An email address is required

Please enter your message

Timeline

  • April 21, 2012 01:52

    Salman Reading Corner punya lomba Resensi Buku lho setiap bulannya, hadiahnya voucher belanja 300rb di Gn. Agung. Ikut? http://t.co/KMqxCjxA

  • April 21, 2012 01:50

    assalamu'alaikum, selamat akhir pekan, teman-teman :D

  • April 17, 2012 01:30

    Room Mate dan Budaya Kita http://t.co/8WmwCaiw

  • April 17, 2012 01:23

    Agar Finansial Tak Jadi Beban Bagi Calon Pengantin http://t.co/04O7oq07

  • April 17, 2012 01:19

    dari acara syukuran wisuda kemarin: Follow The Passion atau Lakukan yang Terbaik http://t.co/UwfCeNg6

Masjid Salman ITB © 2012 All Rights Reserved

Developed by Onnay Okheng.