Ayo “Nyontek” Sifat Nabi Muhammad SAW!

Foto: blogriza.com

Bincang menjelang buka puasa pada Senin, (23/08), ini bertajuk Mengenal Rasul dari Segala Sisi. Bertempat di Selasar Masjid Salman ITB, bincang-bincang kali ini disampaikan oleh M. Ustman Shalahuddin.

Rasul dengan kita sebenarnya tidak jauh berbeda. Terdapat banyak sekali persamaan antara Rasul dengan kita. Pertama, tentu Rasul juga manusia, mempunyai keturunan, dan sama-sama mempunyai raga dan fisik. Bedanya, hanya kita tidak mendapat wahyu seperti adanya Rasul.

Banyak sekali sifat Rasul yang patut kita ‘contek’. Pertama, dalam hal menghadapi orang-orang yang memusuhi Rasul. Suatu saat penah Rasul ditagih hutang oleh orang Yahudi dengan marah-marah dan dihadapan orang banyak. Rasul hanya tersenyum dan diajak mengobrol. Saat itu juga, Orang Yahudi itu beralih pendirian dan masuk Islam.

Kedua, perlakuan Rasul terhadap anak kecil. Ketika Rasul tengah melaksanakan sholat lalu sujud, kedua cucu Rasul Hasain-Husein malah naik ke punggung Rasul. Tindakan Rasul malah melamakan waktu sujudnya.

Ketiga, dalam hal bisnis dan usaha. Ingatkah mahar yang diberikan Rasul ketika melamar Khadijah? Ya, yaitu 40 ekor Kuda yang jika sekarang diuangkan nilainya mencapai 10 Milyar. Berarti Rasul sebenarnya kaya. kuncinya adalah jujur, dipercaya, kerja keras, dan ikhlas.

Berikutnya, dalam menghormati siapapun yang mengajak Rasul bicara. Mulai dari anak-anak sampai kakek-kakek atau nenek-nenek. Pernah dalam suatu hadist dinyatakan bahwa Rasul orangnya senang bercanda dengan sewajarnya.

Sewaktu sedang berbuka bersama sahabat-sahabatnya, Ali Bin Abi Thalib iseng biji kurmanya ditaruh di depan Rasul.

“Rasul hebat, bisa makan sebanyak itu!” sahut Ali.

“Tidak, tidak, Ali lebih hebat. Dia makan kurma dengan biji-bijinya,” jawab Rasul.

Lalu bagaimana dengan kita ? Bercandalah sewajarnya, panggil sahabat-sahabat kita dengan sebutan yang baik.

Bagaimana dengan ibadah Rasul ? tidak jarang Rasul menggunakan waktu malamnya untuk berdzikir dan beribadah. Dikatakan dalam sebuah hadist yang artinya seringkali Rasul pada Rakaat pertama membaca Al-Fatihah kemudian dilanjutkan dengan Surat Al-Baqarah, ketika rakaat kedua Al-Fatihah dilanjutkan Al-Imran dan satu surat lagi. Diceritakan bahwa kaki Rasul bengkak-bengkak.

Bagaimana mengatur waktu untuk tetap beribadah dan sukses seperti Rasul ? Jawabannya adalah kurangi tidur Kita. Rasul tidur setiap harinya hanya sekitar 2-3 jam. Sisanya Rasul gunakan untuk beribadah.

“Obrolan kali ini membicarakan sesuatu yang langsung bisa saya terapkan sehari-hari,” Ucap Ratih Fauziah yang dari awal memang berminat mendengarkan obrolan ini.

Submit your comment

Please enter your name

Your name is required

Please enter a valid email address

An email address is required

Please enter your message

Timeline

  • April 21, 2012 01:52

    Salman Reading Corner punya lomba Resensi Buku lho setiap bulannya, hadiahnya voucher belanja 300rb di Gn. Agung. Ikut? http://t.co/KMqxCjxA

  • April 21, 2012 01:50

    assalamu'alaikum, selamat akhir pekan, teman-teman :D

  • April 17, 2012 01:30

    Room Mate dan Budaya Kita http://t.co/8WmwCaiw

  • April 17, 2012 01:23

    Agar Finansial Tak Jadi Beban Bagi Calon Pengantin http://t.co/04O7oq07

  • April 17, 2012 01:19

    dari acara syukuran wisuda kemarin: Follow The Passion atau Lakukan yang Terbaik http://t.co/UwfCeNg6

Masjid Salman ITB © 2012 All Rights Reserved

Developed by Onnay Okheng.