Bincang menjelang buka puasa pada Senin, (23/08), ini bertajuk Mengenal Rasul dari Segala Sisi. Bertempat di Selasar Masjid Salman ITB, bincang-bincang kali ini disampaikan oleh M. Ustman Shalahuddin.
Rasul dengan kita sebenarnya tidak jauh berbeda. Terdapat banyak sekali persamaan antara Rasul dengan kita. Pertama, tentu Rasul juga manusia, mempunyai keturunan, dan sama-sama mempunyai raga dan fisik. Bedanya, hanya kita tidak mendapat wahyu seperti adanya Rasul.
Banyak sekali sifat Rasul yang patut kita ‘contek’. Pertama, dalam hal menghadapi orang-orang yang memusuhi Rasul. Suatu saat penah Rasul ditagih hutang oleh orang Yahudi dengan marah-marah dan dihadapan orang banyak. Rasul hanya tersenyum dan diajak mengobrol. Saat itu juga, Orang Yahudi itu beralih pendirian dan masuk Islam.
Kedua, perlakuan Rasul terhadap anak kecil. Ketika Rasul tengah melaksanakan sholat lalu sujud, kedua cucu Rasul Hasain-Husein malah naik ke punggung Rasul. Tindakan Rasul malah melamakan waktu sujudnya.
Ketiga, dalam hal bisnis dan usaha. Ingatkah mahar yang diberikan Rasul ketika melamar Khadijah? Ya, yaitu 40 ekor Kuda yang jika sekarang diuangkan nilainya mencapai 10 Milyar. Berarti Rasul sebenarnya kaya. kuncinya adalah jujur, dipercaya, kerja keras, dan ikhlas.
Berikutnya, dalam menghormati siapapun yang mengajak Rasul bicara. Mulai dari anak-anak sampai kakek-kakek atau nenek-nenek. Pernah dalam suatu hadist dinyatakan bahwa Rasul orangnya senang bercanda dengan sewajarnya.
Sewaktu sedang berbuka bersama sahabat-sahabatnya, Ali Bin Abi Thalib iseng biji kurmanya ditaruh di depan Rasul.
“Rasul hebat, bisa makan sebanyak itu!” sahut Ali.
“Tidak, tidak, Ali lebih hebat. Dia makan kurma dengan biji-bijinya,” jawab Rasul.
Lalu bagaimana dengan kita ? Bercandalah sewajarnya, panggil sahabat-sahabat kita dengan sebutan yang baik.
Bagaimana dengan ibadah Rasul ? tidak jarang Rasul menggunakan waktu malamnya untuk berdzikir dan beribadah. Dikatakan dalam sebuah hadist yang artinya seringkali Rasul pada Rakaat pertama membaca Al-Fatihah kemudian dilanjutkan dengan Surat Al-Baqarah, ketika rakaat kedua Al-Fatihah dilanjutkan Al-Imran dan satu surat lagi. Diceritakan bahwa kaki Rasul bengkak-bengkak.
Bagaimana mengatur waktu untuk tetap beribadah dan sukses seperti Rasul ? Jawabannya adalah kurangi tidur Kita. Rasul tidur setiap harinya hanya sekitar 2-3 jam. Sisanya Rasul gunakan untuk beribadah.
“Obrolan kali ini membicarakan sesuatu yang langsung bisa saya terapkan sehari-hari,” Ucap Ratih Fauziah yang dari awal memang berminat mendengarkan obrolan ini.

![Pendaftaran Beasiswa Salman ITB periode Juli-Desember 2012 [1-13 Mei 2012] Pendaftaran Beasiswa Salman ITB periode Juli-Desember 2012 [1-13 Mei 2012]](http://salmanitb.com/wp-content/uploads/2012/05/poster-beasiswa-50x50.jpg)





![Pesantren Kilat PAS ITB: KETOPRAK (Kerajinan dan Teknologi Praktis) [24–29 Juni 2012] Pesantren Kilat PAS ITB: KETOPRAK (Kerajinan dan Teknologi Praktis) [24–29 Juni 2012]](http://salmanitb.com/wp-content/uploads/2012/05/ketoprak-logo-50x50.jpg)
![Pendaftaran Wali Adik PAS ITB [16 Mei - 7 Juni 2012] Pendaftaran Wali Adik PAS ITB [16 Mei - 7 Juni 2012]](http://salmanitb.com/wp-content/uploads/2012/05/ketoprak1-50x50.jpg)

