Ustadz,
Bagaimana kedudukan menshalati jenazah ghaib?
Terima kasih…
Aktivis Gamais ITB – 081122xxxx
Shalat ghaib pernah dilakukan oleh Rasulullah SAW pada tahun kesembilan hijriyah. Pada saat itu Rasulullah SAW mengumumkan kematian Raja Najasyi, sebagaimana dalam hadits Imam Abu Daud dari Abu hurairoh ra, dalam Bab Menyalati muslim yang mati di negeri non-muslim:
Dari Abu Hurairoh ra. Rasulullah SAW, mengumumkan kepada orang-orang (kematian) Najasyi pada hari kematiannya itu, kemudian beliau keluar (dari masjid) ke tempat terbuka lalu mereka bersaf dan bertakbir empat kali takbir.
Namun, kedudukan menshalati jenazah ghaib yang dilakukan Rasulullah SAW dan para sahabatnya karena di tempat matinya, Raja Najasyi tidak ada yang menshalati. Sebagaimana sabda Rasulullah SAW:
Dari Hudzaifah bin Usaid, bahwa Nabi SAW. Sampai kepada beliau kematian Najasyi, maka Beliau bersabda: “Sesungguhnya saudara kamu itu telah mati bukan dinegeri kamu, berdirilah kamu shalatilah dia.” Maka Rasulullah SAW menshafkan mereka di belakang beliau dan beliau menshalatinya.
Oleh karena itu, disyariatkan menshalati jenazah yang ghaib, yang diyakini tidak ada yang menshalatinya.







![Seminar Pendidikan: “Menjadi Manusia yang Berkarakter Juara dan Bahagia” [28 Februari 2012] Seminar Pendidikan: “Menjadi Manusia yang Berkarakter Juara dan Bahagia” [28 Februari 2012]](http://salmanitb.com/wp-content/uploads/2012/02/340230_3124018710091_1553337255_2931094_732637610_o-50x50.jpg)


![Penerimaan Adik Baru PAS (Pembinaan Anak-anak Salman) ITB Semester 56 [5 Februari 2012] Penerimaan Adik Baru PAS (Pembinaan Anak-anak Salman) ITB Semester 56 [5 Februari 2012]](http://salmanitb.com/wp-content/uploads/2012/02/CFD-50x50.jpg)