Ustadz,
Bagaimana kedudukan menshalati jenazah ghaib?
Terima kasih…
Aktivis Gamais ITB – 081122xxxx
Shalat ghaib pernah dilakukan oleh Rasulullah SAW pada tahun kesembilan hijriyah. Pada saat itu Rasulullah SAW mengumumkan kematian Raja Najasyi, sebagaimana dalam hadits Imam Abu Daud dari Abu hurairoh ra, dalam Bab Menyalati muslim yang mati di negeri non-muslim:
Dari Abu Hurairoh ra. Rasulullah SAW, mengumumkan kepada orang-orang (kematian) Najasyi pada hari kematiannya itu, kemudian beliau keluar (dari masjid) ke tempat terbuka lalu mereka bersaf dan bertakbir empat kali takbir.
Namun, kedudukan menshalati jenazah ghaib yang dilakukan Rasulullah SAW dan para sahabatnya karena di tempat matinya, Raja Najasyi tidak ada yang menshalati. Sebagaimana sabda Rasulullah SAW:
Dari Hudzaifah bin Usaid, bahwa Nabi SAW. Sampai kepada beliau kematian Najasyi, maka Beliau bersabda: “Sesungguhnya saudara kamu itu telah mati bukan dinegeri kamu, berdirilah kamu shalatilah dia.” Maka Rasulullah SAW menshafkan mereka di belakang beliau dan beliau menshalatinya.
Oleh karena itu, disyariatkan menshalati jenazah yang ghaib, yang diyakini tidak ada yang menshalatinya.

![Pendaftaran Beasiswa Salman ITB periode Juli-Desember 2012 [1-13 Mei 2012] Pendaftaran Beasiswa Salman ITB periode Juli-Desember 2012 [1-13 Mei 2012]](http://salmanitb.com/wp-content/uploads/2012/05/poster-beasiswa-50x50.jpg)



![Penerimaan Anggota Asrama Salman ITB periode 2012/2013 [1-11 Mei 2012] Penerimaan Anggota Asrama Salman ITB periode 2012/2013 [1-11 Mei 2012]](http://salmanitb.com/wp-content/uploads/2010/05/Asrama-Salman-ITB-50x50.jpg)
![Kelas Tematik DPD Salman ITB: Shalat, Sebuah Solusi dalam Hidup dan Kehidupan [24 Mei 2012-14 Juni 2012] Kelas Tematik DPD Salman ITB: Shalat, Sebuah Solusi dalam Hidup dan Kehidupan [24 Mei 2012-14 Juni 2012]](http://salmanitb.com/wp-content/uploads/2012/05/kelas-tematik-50x50.jpg)


