Lomba Tujuh Belasan Ala P3R Salman ITB

Lomba tarik-tambang di P3R Salman ITB. (Foto: Nur'aeni)

Peserta lomba tarik-tambang P3R Salman ITB dengan gigihnya saling menarik untuk menjadi pemenang. (Foto: Nur'aeni)

“Tujuh belas Agustus tahun 45.. itulah hari kemerdekaan kita…”

Itulah penggalan salah satu lagu kebangsaan yang mengingatkan kita pada perjuangan para leluhur dalam meraih kemerdekaan negeri ini. Tak kalah menarik, hal yang tentu akan diingat karena potongan syair lagu di atas adalah perayaan dalam peringatan hari kemerdekaan. Beragam lomba yang memerlukan perjuangan bahkan kerja sama, selalu diselenggarakan di berbagai tempat di tanah air saat hari besar itu tiba.

Begitu pula dengan Panitia Pelaksana Program Ramadhan (P3R) Salman ITB yang telah mengadakan lomba-lomba  peringatan hari kemerdekaan tahun ini. Selasa (17/8), lapangan rumput Masjid Salman ITB ramai oleh para penonton Lomba Tujuh Belasan P3R Salman ITB. Para penontonnya pun warga Salman ITB dan masyarakat umum.

“Malah ada orang-orang yang lagi jalan, jadi diam dulu karena ingin lihat perlombaannya,” ucap Nadia Juli Indrani, salah satu panitia penyelenggara acara, menggambarkan keadaan saat itu.

Adapun peserta yang turut memeriahkan lomba tersebut terdiri dari panitia P3R, unit-unit Salman, karyawan-karyawan Salman, mahasiswa asrama putra dan puteri Salman, pengurus Keluarga Remaja Islam Masjid Salman (KARIM), dan peserta dari Beasiswa Pelopor ITB 2010. Panitia menyediakan lomba sumpit estafet, lomba rapiak (bakiak dengan diikat tali rapia), lomba tarik tambang yang dikhususkan untuk peserta laki-laki, dan lomba balap karung untuk peserta perempuan.

Beragam respon pun muncul. Kegiatan sore itu sangat ramai dan menarik perhatian para penonton juga peserta. Meski sedang berpuasa Ramadhan, tetapi “semangat 45″ nampak tidak hilang saat peserta berpartisipasi mengikuti lomba di hari besar tersebut. Malah, mereka terlihat senang dan menikmati setiap perlombaan.

“Meski sekarang lagi bulan Ramadhan, tapi dengan adanya kegiatan lomba-lomba ini, acara tujuh belasan tetap terasa. Meskipun sedang berpuasa, ini kan tidak mencegah kita untuk  tetap mengadakan acara lomba Agustusan,” ujar Nadia mengakhiri perbincangan sore itu.

*

*

Top