Sungguh mulianya jika kita berani mengorbankan nyawa bagi kelangsungan perjuangan di Gaza, Palestina. Mungkin dengan menjadi relawan kemanusiaan, atau menjadi martir dan rela mati syahid di medan peperangan nun jauh di sana.
Namun apakah dengan membahananya isu Palestina, dengan penekanan yang khusus terhadapnya, problematika negeri kita sendiri Indonesia diacuhkan begitu saja?
Bukan berarti kita harus acuh tak acuh terhadap nasib saudara kita di Palestina. Bukan berarti dengan memikirkan nasib negara sendiri, kita adalah bangsa yang egois. Bukan berarti kita seorang ultra-nasionalis.
Sebagai umat yang berusaha menjalankan agama Islam sesuai dengan Alquran dan Sunnah nabi, tentunya perjuangan melawan peradaban jahiliyah saat ini seyogyanya mencontoh apa yang dilakukan Rasulullah pada saat itu. Hal ini sesuai dengan surat An Nahl ayat 112:
Dan Allah membuat perumpamaan sebuah negeri yang aman dan tenteram, rezekinya datang kepadanya melimpah ruah dari segala tempat, tetapi (penduduknya) mengingkari nikmat-nikmat Allah, maka Allah merasakan kepada mereka perasaan kepada mereka perasaan kelaparan dan ketakutan, disebabkan perbuatan mereka.
Gambaran negeri dalam ayat ini merepresentasikan Indonesia secara jelas. Allah menjadikan tanah air kita begitu kaya. Allah menjadikan Indonesia sebagai gudangnya ilmu-ilmu Islam berkembang secara pesat. Tetapi apakah kita sudah mengamalkan segala nikmat yang Allah berikan kepada kita dengan baik dan benar? Atau jangan-jangan selama ini kitatidak mempedulikan ayat-ayat Allah di segala bidang kehidupan? Lalu apa artinya bencana-bencana yang dialami Indonesia akhir-akhir ini? Apakah ini merupakan sebuah pertanda, seperti yang tercantum dalam surat Al Hijr ayat 4 berikut ini?
Serupa dengan Firaun dan orang-orang yang sebelumnya, mereka ingkar kepada ayat-ayat Allah, maka Allah menyiksa mereka karena dosa-dosa mereka…
Jika menelusuri perjalanan sunnah Rasulullah secara saksama, beliau memulai perjuangannya melawan thagut dari wilayah kelahirannya sendiri, Makkah, yang bercorak demokratis dan lebih santai. Bukan dari wilayah lain yang sedang dilanda ketegangan, seperti Persia yang pada saat itu dipimpin oleh kerajaan diktator, ataupun negeri China sekalipun. Tetapi yang terjadi kemudian, Islam dapat berkembang pesat sampai ke wilayah Persia, Afrika Utara, bahkan akhirnya sampai menguasai 2/3 belahan dunia. Think globally, act locally.
Mengapa Rasulullah tidak diperintahkan oleh Allah berjuang di negara lain yang lebih kritis keadannya?
Tanah Arab merupakan tanah kelahiran beliau, sehingga beliau tentu lebih mengetahui seluk beluk permasalahan negerinya dibandingkan permasalahan negeri lain. Terlebih lagi, untuk menyebarkan Islam secara menyeluruh ke seluruh penjuru dunia, dibutuhkan sebuah basis kekuatan yang kokoh, dan Madinah merupakan tempat yang sempurna untuk itu.
Dari kami, untuk Palestina, dan seluruh umat manusia di dunia!
Foto: Blogspot.com
Walaupun diri ini hanya bisa menuai seuntai doa tulus kepada Sang Ilahi, tetapi insya Allah, doa dapat menjadi sebuah kekuatan mujarab bagi keselamatan saudara-saudara kita di Palestina. Alangkah lebih indah jika doa tersebut kita persembahkan juga untuk seluruh umat manusia di dunia yang sedang dilanda keterpurukan dan kesulitan.
Selagi kita berusaha menyisihkan SMS untuk dana kemanusiaan bagi fasilitas kesehatan umat Palestina, selagi kita memboikot barang-barang yang disinyalir sebagai sumber pendanaan Zionisme, selagi kita menyalakan lilin perdamaian bersama ribuan massa sebagai simbol perlawanan terhadap Zionisme, tolong, jangan lupakan Indonesia–beserta tetek bengek permasalahan umatnya.
Sekalipun, jangan beranggapan bahwa kita sedang tersesat dan tidak tahu kemana akan melangkah dalam memusnahkan keterpurukan ini. Selama Kitabullah dan Sunnah Nabi masih nyata keberadaannya di muka bumi ini.
Aku Tinggalkan untukmu dua perkara. Tidak akan sesat selamanya selagi kamu menuruti keduanya. Yaitu Kitabullah dan Sunnah Rasul-Nya (riwayat Imam Malik dan Anas)
Tamat…


![Pendaftaran Beasiswa Salman ITB periode Juli-Desember 2012 [1-13 Mei 2012] Pendaftaran Beasiswa Salman ITB periode Juli-Desember 2012 [1-13 Mei 2012]](http://salmanitb.com/wp-content/uploads/2012/05/poster-beasiswa-50x50.jpg)



![Penerimaan Anggota Asrama Salman ITB periode 2012/2013 [1-11 Mei 2012] Penerimaan Anggota Asrama Salman ITB periode 2012/2013 [1-11 Mei 2012]](http://salmanitb.com/wp-content/uploads/2010/05/Asrama-Salman-ITB-50x50.jpg)
![Kelas Tematik DPD Salman ITB: Shalat, Sebuah Solusi dalam Hidup dan Kehidupan [24 Mei 2012-14 Juni 2012] Kelas Tematik DPD Salman ITB: Shalat, Sebuah Solusi dalam Hidup dan Kehidupan [24 Mei 2012-14 Juni 2012]](http://salmanitb.com/wp-content/uploads/2012/05/kelas-tematik-50x50.jpg)


