Konspirasi Zionis dalam Penurunan Kesehatan Dunia

Jerry D Gray dalam pemaparannya mengenai konspirasi Zionisme dalam bidang kesehatan. (Foto: Tristia R)

Jerry D Gray dalam pemaparannya mengenai konspirasi Zionisme dalam bidang kesehatan. (Foto: Tristia R)

Ramai. Sepatah kata itulah yang kiranya tepat menggambarkan suasana Tabligh Akbar di Ruang Utama Masjid Salman ITB pada hari Ahad (11/07). Bertajuk Mengungguli Dominasi Zionisme dalam Dunia Kesehatan, Tabligh Akbar kali ini menghadirkan dr. H. Dadang Rukanta, SpOT., Mkers (relawan medis Indonesia 2009 di Gaza, alumni Salman ITB), KH. Drs. Muchtar Adam (pimpinan Pesantren Alquran Babussalam Ciburial Bandung), dan Jerry D Gray (mantan perwira AU Amerika serikat, penulis buku Bayang Gurita, Deadly Mist, dan The Real Truth).

Jerry D Gray, seorang mualaf yang tinggal di Indonesia sedari tahun 1980-an, menjadi magnet utama Tabligh Akbar kali ini. Beliau memaparkan bahwa semasa dirinya bekerja sebagai perwira Angkatan Udara di Amerika Serikat, Islam digambarkan oleh media massa di Amerika sebagai agama penghasil teroris. Tetapi setelah ditugaskan ke Arab Saudi, pemikirannya berubah dan beliaupun akhirnya memutuskan untuk berIslam.

Gray, yang berbahasa Indonesia dibalut dengan logat khas Amerikanya, juga memamparkan bahwa penyakit-penyakit yang ada di Indonesia tak luput dari campur tangan negara Amerika Serikat. Beliau mencontohkan ketika ada sebuah pesawat yang terbang di atas Jakarta dengan ketinggian kurang dari 10 ribu meter. Tampak asap mengekori pesawat tersebut dengan ukuran yang cukup panjang.

Jerry D Gray bersalaman dengan Muchtar usai acara. (Foto: Tristia R)

Jerry D Gray bersalaman dengan Muchtar Adam usai acara. (Foto: Tristia R)

“Asap tersebut menyebarkan virus-virus yang menyebabkan warga Indonesia terjangkit penyakit,” tutur pria beristrikan wanita Tasikmalaya tersebut, disambut dengan gumaman histeris jemaah.

Sedangkan Muchtar Adam menjelaskan umat Islam, apapun golongannya, harus bersatu padu melawan dominasi zionisme, apapun bentuknya.

“Jangan sama-sama kerja, tapi harusnya kerja sama,” celoteh pria yang pernah menjadi anggota DPR periode 1999-2004 ini.

Ramai Peminat

Jika biasanya Ruang Utama Masjid menyisakan ruang yang cukup luas, kali ini untuk menemukan tempat posisi enak untuk bersimpuh tergolong sulit.  Puluhan ibu-ibu dan bapak-bapak dari berbagai kalangan melapisi shaf demi shaf yang tersedia sedapat mungkin. Terdengar rengekan bayi sana-sini diiringi dengan derap kaki anak-anak mungil mereka yang berlarian.

Namun hal ini seolah tidak menghambat mereka untuk tetap memperhatikan pembicaraan di depan secara saksama. Ini menjadi salah satu penanda bahwa Tabligh Akbar yang diselenggarakan oleh Dewan Pengkajian dan Penerbitan (DPP) Salman ITB sukses menjaring jemaah.

Submit your comment

Please enter your name

Your name is required

Please enter a valid email address

An email address is required

Please enter your message

Masjid Salman ITB © 2012 All Rights Reserved

Developed by Onnay Okheng.