GAMAIS: Terima Kasih Tikus!

Foto: theexterminator.co.uk

Foto: theexterminator.co.uk

Keluarga Mahasiswa Islam (Gamais) ITB sepatutnya berterima-kasih kepada seekor tikus. Tikus yang dimaksud bukan berwujud siluman sang pengabul segala rupa keinginan. Jangankan siluman, bernyawa saja tidak! Ya, tikus bangkai tak bernyawalah yang menyebabkan para aktivis Gamais lebih menjaga kebersihan sekretariatnya.

“Semua ini berawal dari SMS (Layanan Pesan Singkat) Kang Faiz, kemarin Sabtu (17/7),” cerita Fahmi Atriadi, salah seorang aktivis Gamais. “Isinya kurang lebih seperti ini: ‘Semua ikhwan yang ada di Salman! Cepat ke sekre (sekretariat) Gamais (ITB) sekarang!’”

Walhasil, salah satu teman Fahmi, segera menuju ke sekre Gamais ITB. Ternyata, temannya itu menemukan bangkai tikus di pojok kiri sekretariat Gamais ITB. Bau yang dihasilkan oleh tikus tak bernyawa ini, kabarnya sangat tajam.

“Diduga, tikus tersebut telah membangkai sedari tiga hari yang lalu,” ungkap mahasiswa yang baru dijuruskan di Teknik Kimia ITB ini.

Setelah beberapa ikhwan datang, Fastaiza (Kang Faiz) menyuruh mereka untuk bekerja sama menyelesaikan urusan bangkai tikus di sekretariat Gamais ITB. Pertama-tama, barang-barang yang ada di sekretariat yang terletak di Lantai 2 Gedung Kayu ini, dikeluarkan. Setelah itu, baru bangkai tikus tersebut diangkat dan dibuang.

“Ketika saya sudah sampai di sekre (sekretariat), tikusnya sudah dibuang. Katanya sih tikusnya besar, dan banyak lalatnya,” ujar Fahmi sambil merinding ngeri.

Perjuangan tidak berhenti sampai di sini. Setelah tikus dibuang, semua aktivis Gamais ITB, termasuk beberapa akhwat, akhirnya membersihkan sekre tersebut secara menyeluruh. Tujuannya, agar bau tidak mengenakkan tersebut dapat segera hilang.

Kesekretariatan dan Menyimpan Barang

Ketika ditanya perihal sekre Gamais ITB yang jarang ditempati, Fahmi mengaku sekrenya ini dipakai untuk urusan kesekretariatan saja.

“Untuk ngumpul-ngumpul atau rapat, kami lebih memilih di koridor masjid (Salman ITB),” ungkap Fahmi.

Selain untuk urusan kesekretariatan, Fahmi mengatakan sekrenya tersebut seringkali digunakan untuk menyimpan barang-barang. Setelah barang-barang yang tertimbun dinilai cukup memenuhi sekre, baru para aktivis Gamais ITB membersihkan sekrenya.

“Sebenarnya sudah ada jadwal piket dari BRTK (Badan Rumah Tangga dan Keluarga). Per-departemen dibaginya. Tetapi yang terjadi sekarang, ya siapa saja boleh membersihkan sekre. Asal ada waktu luang,” lanjutnya.

Fahmi beranggapan, dengan adanya bangkai tikus tersebut, keeratan antar aktivis semakin terasa. Dirinya menikmati ketika sedang bekerja bersama-sama dengan teman-temannya.

“Hikmah yang didapat dari kegiatan bersih-bersih kemarin, adalah kami jadi beres-beres sekre, dan itu dia, asyik banget bisa kerja bareng-bareng,” simpul Fahmi.

1 comment on this postSubmit yours
  1. Semoga bisa jadi “sentilan” juga buat teman-teman KARISMA yang seringkali lupa bahwa di dekat sekrenya ada rak sepatu (sebab lantai bukanlah rak sepatu)… juga bagi siapapun yang baca berita ini dan terbiasa naik ke lantai 2 – 3 gedung kayu, yang juga lupa bahwa di dekat tangga naik itu ada rak sepatu (sekali lagi, lantai bukanlah rak sepatu)

    Seharusnya kita bersyukur sepatu yang digeletakkan sembarangan itu tidak bisa membusuk dan dikerubungi lalat, atau memang harus dibuat seperti itu agar par asepatu itu bisa masuk rak sepatu?

    Ah… saya lupa, kita ini tugasnya berdakwah ya… bukan merapikan sepatu…

    Maaf nih…

    Hendra Veejay – Salman Films

Submit your comment

Please enter your name

Your name is required

Please enter a valid email address

An email address is required

Please enter your message

Timeline

Masjid Salman ITB © 2012 All Rights Reserved

Developed by Onnay Okheng.