Pengunjung Masjid Salman ITB, khususnya perempuan, pasti sering melihat sosok ibu yang satu ini. Saat hendak menunaikan kewajiban sholat, ibu inilah yang kita temui untuk meminjam mukena. “Silahkan, Neng,†sapa ibu ini ramah sambil menyerahkan mukena.
Idar (52) namanya, sejak Februari 2004 bekerja di Masjid Salman sebagai penanggungjawab kebersihan toilet perempuan dan mukena. Idar setiap hari membersihkan toilet perempuan, menjaga mukena, dan kadang membantu meluruskan shaf solat jamaah perempuan.
Wanita 52 tahun ini ternyata sewaktu masih duduk di Sekolah Dasar (SD) sering main ke daerah ITB. “Dulu bebas, Neng, boleh masuk sini (ITB) sambil gembala kambing,†kenang Idar.
Ditanya perihal asal-usulnya bekerja di Salman ITB, Idar bercerita awalnya suaminyalah yang bekerja di Salman. Kemudian Idar ditawari karena belum ada yang mengurusi toilet perempuan dan mukena.
“Suami ibu dulu kerja di sini, dulu suka beresin sisa-sisa bahan bangunan. Sekarang jadi penjaga malam Salman,†ujar istri Dedi Solihin ini.
Idar mengaku sangat bersyukur dengan keadaannya sekarang. Sebelum bekerja di Salman ITB, suaminya kerja serabutan. Untuk mendapatkan tambahan penghasilan, dulu Idar sering membantu tetangga-tetangganya mencuci. Sementara itu, bekerja di Salman ITB sekarang diakui Idar banyak nilai tambahnya.
“Kerja di sini kalau ada pengajian atau ceramah bisa ikut denger juga, nambah ilmu,†ujar ibu 10 anak ini senang. “Kan kata pak ustadz juga, harus bersabar, bersyukur, dan ikhlas.â€Â
Selain itu, menurut Idar kebersamaan dengan karyawan lain di Salman ITB juga sangat bagus. Setiap Selasa ada pengajian bersama.â€ÂAda kelas bahasa arab gratis juga,†ungkap ibu yang beralamat di jalan Pelesiran ini.
“Ibu kerja di sini lebih dari senang lah, Neng. Kalau ruwet di rumah datang ke sini jadi terang,†aku Idar.
Idar juga senang bisa bertemu banyak pengunjung masjid. “Kalau ketemu di jalan suka unjuk salam. Tapi, maaf Ibu suka lupa kadang-kadang, karena banyak sekali.â€Â
Mukena-Mukena Salman
“Mukena di sini (Salman ITB) banyak, selalu ada saja yang ngasih,†kata Idar. Belum pernah tercatat ada kasus kehilangan mukena di Salman ITB.
Mukena-mukena di Salman ITB dicuci 3 kali dalam sebulan, menggunakan mesin cuci. Menurut Idar, mukena cepat kotor karena penggunanya banyak. Siapa lagi kalau bukan mahasiswi dan ibu-ibu yang tidak membawa mukena sendiri. Pengunjung masjid umumnya banyak pada hari kuliah aktif.
“Kira-kira perbandingannya 1 mukena per harinya dipakai 20 orang,†ujar nenek dari 4 cucu ini. Salman ITB juga menyediakan mukena anak, jumlahnya ada 3 saat ini. “Biasanya kalau Minggu dipakai adik-adik PAS.â€Â
Idar juga menitipkan pesan untuk para aktivis masjid Salman ITB. Setelah menggunakan ruangan, mohon kerjasamanya agar bisa dibersihkan seperti semula. “Kalau mau pinjam ruang balkon, izin dulu ke front office (Salman ITB), lalu sampaikan suratnya kepada Ibu. Nanti Ibu bukakan.â€Â

![Pendaftaran Beasiswa Salman ITB periode Juli-Desember 2012 [1-13 Mei 2012] Pendaftaran Beasiswa Salman ITB periode Juli-Desember 2012 [1-13 Mei 2012]](http://salmanitb.com/wp-content/uploads/2012/05/poster-beasiswa-50x50.jpg)





![Pesantren Kilat PAS ITB: KETOPRAK (Kerajinan dan Teknologi Praktis) [24–29 Juni 2012] Pesantren Kilat PAS ITB: KETOPRAK (Kerajinan dan Teknologi Praktis) [24–29 Juni 2012]](http://salmanitb.com/wp-content/uploads/2012/05/ketoprak-logo-50x50.jpg)
![Pendaftaran Wali Adik PAS ITB [16 Mei - 7 Juni 2012] Pendaftaran Wali Adik PAS ITB [16 Mei - 7 Juni 2012]](http://salmanitb.com/wp-content/uploads/2012/05/ketoprak1-50x50.jpg)


Johansyah
Thursday, 15 July 2010
Ibu Idar ini orangnya cenderung tidak banyak bicara, tetapi bekerja dengan baik. Tutur katanya sopan, walaupun usia beliau jauh di atas jamaah Salman yang ia layani.
Beliau pula yang selalu siap menyediakan kopi dan teh hangat di Salman yang dimulai sejak pkl 10.00 sampai pkl 18.00, tiap hari. Termasuk mencuci gelas kotornya. Kita bersyukur masih ada orang seperti ibu Idar. Semoga Idar-idar yang lain tetap ada, siap melayani jamaah dengan ramah.