Masjid Salman ITB berupaya memberikan pelayanan terbaik kepada jamaahnya. Bahkan, masjid kampus pertama di Indonesia ini bercita-cita mampu menghadirkan masjid yang sebanding dengan hotel bintang tiga. Tidak hanya dari sisi pelayanannya saja, tetapi dari segi fasilitas yang dimilikinya.
Demikian disampaikan Ketua Umum Pengurus YPM Salman ITB Dr. Syarif Hidayat dihadapan 89 peserta Pelatihan Pengelolaan Masjid dari Yayasan AmalBakti Muslim Pancasila (YAMP) Jawa Barat di Gedung Serba Guna (GSG) Salman ITB pada Sabtu (24/4) lalu.
Lebih lanjut, Syarif menyayangkan fasilitas di masjid-masjid yang seringkali kurang terawat dan mengabaikan kenyamanan jamaah. Beliau mencontohkan dengan kotornya air yang digunakan untuk wudhu jamaah. Tidak hanya kotor, terkadang juga berbau ferum (besi). “Saya bercita-cita air wudhu di masjid itu seharusnya bisa diminum, seperti yang biasa ditemui di negara maju,” tandas Syarif.
Alumni Teknik Elektro ITB ini juga mengajak seluruh peserta yang hadir untuk bekerja sama mewujudkan masjid dengan pelayanan terbaik. Syarif menuturkan bahwa setiap masjid mempunyai keunggulan di bidangnya masing-masing. Beliau menyarankan agar keunggulan tersebut disinergikan dan dijaringkan agar bisa berbagi.
Kegiatan yang berlangsung selama 1,5 jam ini, dipenuhi harapan peserta kegiatan agar bisa bekerja sama dengan masjid Salman ITB, khususnya di bidang pengembangan jaringan dan dakwah dunia maya.
YAMP sendiri merupakan yayasan keagamaan yang didirikan oleh mantan Presiden Indonesia Soeharto untuk membangun seribu masjid di Indonesia. Yayasan yang didirikan pada 17 Februari 1982 ini, telah menuntaskan membangun 999 masjid di seluruh Indonesia pada 9 September 1999 dan satu masjid di Bosnia pada tahun 1995.
Salman ITB Terbuka
Ditemui usai kegiatan, Sekretaris I Pengurus YPM Salman ITB Johansyah mengungkapkan bahwa Salman ITB terbuka untuk bekerjasama dengan pihak manapun.”(Masjd) Salman siap bekerjasama dan membantu,” tutur Johansyah.
Meskipun begitu, Johansyah mengaku belum ada kerjasama secara formal dengan pihak YAMP. Namun, beberapa takmir masjid di bawah YAMP berkeinginan untuk menjalin kerjasama dengan Salman ITB.
Johansyah mencontohkan dengan beberapa masjid yang belum daerahnya belum memiliki akses terhadap listrik. “Kita (Salman ITB) bisa mengusahakan pengadaan listrik melalui tenaga microhidro (pembangkit listrik tenaga air sungai),” tandas Johansyah.
Ketika disinggung mengenai harapan peserta kegiatan yang ingin memiliki situs web, Johansyah berencana membentuk tim untuk membuat situs web bagi masjid. Mengenai biaya, Johansyah mengaku Salman ITB masih memiliki keterbatasan dana. Sehingga, pihaknya akan berkompromi dengan pemohon tentang pembagian dana yang ditanggung Salman ITB dan pemohon. “Kita lihat perkembangan ke depan. Bagaimana pun, ini adalah amanah pengembangan peradaban,” jelas Johansyah.

![Pendaftaran Beasiswa Salman ITB periode Juli-Desember 2012 [1-13 Mei 2012] Pendaftaran Beasiswa Salman ITB periode Juli-Desember 2012 [1-13 Mei 2012]](http://salmanitb.com/wp-content/uploads/2012/05/poster-beasiswa-50x50.jpg)





![Pesantren Kilat PAS ITB: KETOPRAK (Kerajinan dan Teknologi Praktis) [24–29 Juni 2012] Pesantren Kilat PAS ITB: KETOPRAK (Kerajinan dan Teknologi Praktis) [24–29 Juni 2012]](http://salmanitb.com/wp-content/uploads/2012/05/ketoprak-logo-50x50.jpg)
![Pendaftaran Wali Adik PAS ITB [16 Mei - 7 Juni 2012] Pendaftaran Wali Adik PAS ITB [16 Mei - 7 Juni 2012]](http://salmanitb.com/wp-content/uploads/2012/05/ketoprak1-50x50.jpg)

