Dalam rangka membangun desa mandiri ekonomi berbasis energi terbarukan, Rumah Amal Salman ITB bersama dengan Himpunan Mahasiswa Elektro (HME) Sekolah Tinggi Elektro dan Informatika (STEI) ITB meluncurkan program Palapa II. Kegiatan yang diresmikan pada Rabu (19/5) lalu oleh Rektor ITB Prof. Dr. Akhmaloka ini, bertempat di Kampung Babakan Palahan Desa Mekarwangi Kecamatan Cihurip Kabupaten Garut, Jawa Barat.
Dalam program ini, Rumah Amal Salman ITB bersinergi dengan HME STEI ITB untuk membangun ekonomi di kampung Babakan Palahan yang tempatnya cukup terpencil dan tidak memiliki akses listrik dari negara sama sekali.
HME STEI ITB sendiri dibantu pendanaan dari Chevron, membangun pembangkit listrik tenaga matahari berkekuatan 1.000 Watt. Sedangkan Rumah Amal Salman ITB membangun Rumah Baca, koperasi, serta pendampingan terhadap masyarakat setempat melalui program Kampung Bangkit. Listrik yang dihasilkan, kemudian digunakan untuk menerangi rumah baca, inkubator penetasan telur ayam, dan penerangan jalan kampung serta masjid.
Akhmaloka dalam sambutannya, mengaku bangga dengan usaha mahasiswa ITB yang mampu bekerjasama dengan berbagai pihak untuk menyediakan sumber energi listrik terbarukan. Lebih lanjut, Akhmaloka mengungkapkan bahwa ITB tidak ingin sendirian membangun bangsa. “Kami ingin bersama-sama membangun (bangsa) bersama Pemda (pemerintah daerah), swasta, dan lain-lain,” tutur Akhmaloka. “Dalam hal ini, Rumah Amal Salman adalah salah satu bagian yang diharapkan (bekerjasama dengan ITB),” lanjut Akhmaloka.
Ketua Pengurus YPM Salman ITB Syarif Hidayat mengaku menghargai karya mahasiswa HME STEI ITB seperti melihat karya-karya mahasiswa seni rupa di ITB. “Saya melihat totalitas mereka,” ungkap Syarif. “Jangan dilihat dari barang yang dibuat, tetapi proses pendidikannya. Mereka (mahasiswa HME STEI ITB) diharapkan tidak hanya tahu dan terampil (membuat karya), tetapi juga terlibat membangun masyarakat,” lanjut dosen elektro STEI ITB ini.
Ke depannya, YPM Salman ITB akan berperan aktif untuk menjembatani dana yang ada agar berdaya guna bagi masyarakat. “Sehingga masyarakat mendapat nilai lebih, dana pun dapat nilai lebih,” simpul Syarif.
Perwakilan Tim Manajer Policy, Goverment, and Public Affair PT Chevron Puspoutomo menilai apa yang dilakukan Rumah Amal Salman ITB dan HME STEI ITB sangat menjanjikan. Untuk itu, Puspoutomo merencanakan bahwa pihaknya akan mendorong stakeholder lainnya untuk bisa memberi kontribusi. “Sumbangan yang diberikan (PT Chevron) tidak terlalu besar. Namun, kami akan mendorong stakeholder lainnya untuk bisa memberikan kontribusi,” ungkap Puspoutomo.
Palapa sendiri merupakan program yang diinisiasi oleh rumah Amal Salman ITB dan HME STEI ITB untuk membangun ekonomi di desa terpencil dengan berbasiskan energi terbarukan. Program ini telah dua kali diselenggarakan di Garut. Program Palapa I diselenggarakan di Kampung Cilutung, Desa Jayamukti, Kecamatan Cihurip, Kabupaten Garut, tak jauh dari lokasi Palapa II.
Lokasi implementasi Palapa I sendiri berjarak 30 menit berjalan kaki dari Kampung Babakan Palahan. Berbeda dengan Palapa II yang menggunakan tenaga matahari, pada program Palapa I pembangkit listrik yang dibangun berbasiskan tenaga air.

![Pendaftaran Beasiswa Salman ITB periode Juli-Desember 2012 [1-13 Mei 2012] Pendaftaran Beasiswa Salman ITB periode Juli-Desember 2012 [1-13 Mei 2012]](http://salmanitb.com/wp-content/uploads/2012/05/poster-beasiswa-50x50.jpg)





![Pesantren Kilat PAS ITB: KETOPRAK (Kerajinan dan Teknologi Praktis) [24–29 Juni 2012] Pesantren Kilat PAS ITB: KETOPRAK (Kerajinan dan Teknologi Praktis) [24–29 Juni 2012]](http://salmanitb.com/wp-content/uploads/2012/05/ketoprak-logo-50x50.jpg)
![Pendaftaran Wali Adik PAS ITB [16 Mei - 7 Juni 2012] Pendaftaran Wali Adik PAS ITB [16 Mei - 7 Juni 2012]](http://salmanitb.com/wp-content/uploads/2012/05/ketoprak1-50x50.jpg)

