Letusan Gunung Eyjafjallajökull

Foto: Blogspot.com

Foto: Blogspot.com

Beberapa minggu lalu, salah satu gunung api di Islandia meletus. Gunung yang berada di kawasan benua Eropa tersebut memuntahkan sejumlah debu vulkanik yang mengganggu langit daratan Eropa. Abu vulkanik dari letusan tersebut membuat sebagian besar penerbangan dari dan menuju kota-kota besar di Eropa dibatalkan. Oleh karena dampaknya tersebut, gunung bernama Eyjafjallajökull atau disebut juga Eyjafjöll tersebut konon dikabarkan setara dengan letusan Gunung Tambora di Nusa Tenggara Barat (NTB) pada 12 April 1815.

Besarnya letusan gunung api dinya-takan dalam indeks letusan gunung api atau volcanic explosivity index (VEI). Indeks tersebut bernilai dari 0, yaitu non-eksplosif hingga 8, yaitu mega-kolosal. Setiap nilai menunjukkan perbedaan kekuatan sepuluh kalinya. Jadi, VEI 2 kekuatannya sepuluh kali lebih besar daripada VEI 1, dan seterusnya.

Besarnya VEI suatu letusan ditentukan dari jumlah tefra atau debu vulkanik yang dikeluarkan serta tingginya awan vulkanik yang disemburkan saat letusan. Kedua parameter tersebut direfleksikan sebagai jumlah energi yang dilepaskan saat letusan terjadi. Semakin banyak jumlah abu yang dikeluarkan dan semakin tinggi awan vulkaniknya, maka semakin besar energi yang dilepaskan.

Berdasarkan data Pusat Survei Geologi Amerika (USGS), jumlah debu yang dimuntahkan Eyjafjallajökull sekitar 140 juta meter kubik dengan tinggi awan vulkanik mencapai 8 kilometer. Dalam VEI, letusan tersebut bernilai 3-4, hampir sama besar dengan letusan Galunggung 1982. Namun, letusan tersebut tidak berarti apa-apa jika dibandingkan dengan letusan Tambora yang bernilai VEI 7. Penelitian Sigurdsson dan Carey menyimpulkan bahwa tinggi awan vulkanik dari letusan Tambora mencapai 33-43 kilometer, lima kali lebih tinggi daripada Eyjafjallajökull. Lalu, jumlah abu vulkanik atau tefra yang dikeluarkan Tambora, menurut Stothers, diperkirakan sekitar 150 kilometer kubik, jauh lebih banyak daripada tefra Eyjafjallajökull.

Dampak dari letusan Eyjafjallajökull menimpa daratan Eropa karena angin yang berhembus ke arah timur membawa serta abu letusan. Akibatnya, langit Eropa sebagian besar dipenuhi oleh abu yang melayang. Abu letusan tersebut dapat berakibat buruk bagi saluran pernapasan dan dapat mengakibatkan terganggunya mesin pesawat.

Namun, dampak dari letusan Tambora jauh lebih tragis. Sebuah sumber bahkan menyatakan, letusan Tambora mengakibatkan tahun tanpa musim panas di belahan bumi utara.

Secara genesis berbeda

Secara tipe, Eyjafjallajökull serupa dengan tipe-tipe gunung api yang ada di Indonesia, yaitu gunung api berlapis atau gunung api strato. Gunung api tipe strato dicirikan oleh perselingan lava dan material piroklastik sebagai pembentuk kerucut gunung apinya. Tipe ini disebut juga gunung api komposit. Tipe ini memiliki persentase paling banyak, yaitu sekitar 60 persen dari gunung api yang terdapat di bumi. Umumnya, magma dari tipe ini bersifat andesitik hingga dasitik yang lebih dingin dan lebih kental daripada magma basaltik.

Akibatnya, magma yang mendekati permukaan atau disebut lava lebih cepat membeku dan membentuk kubah lava.

Semakin besar tekanan yang tersimpan, maka pelepasannya saat meletus akan semakin besar juga. Letusan gunung apinya pun akan semakin eksplosif. Itulah sebabnya antara letusan-letusan besar dari sebuah gunung api hanya terjadi setelah jeda waktu yang panjang. Misalnya letusan Krakatau tahun 1883 setelah tertidur selama kurang lebih 200 tahun.

Namun, secara genesis, Eyjafjallajökull dengan gunung api di Indonesia sangat berbeda. Umumnya gunung api strato berada di sepanjang jalur subduksi yang merupakan bentuk interaksi konvergen antarlempeng. Misalnya gunung api di Indonesia yang terbentuk akibat interaksi antara Lempeng Eurasia, Lempeng Indo-Australia, dan Lempeng Pasifik. Sebaliknya, Eyjafjallajökull justru terbentuk di daerah interaksi divergen antarlempeng, yaitu antara Lempeng Eurasia dan Lempeng Amerika. Magma yang terbentuk pada zona interaksi divergen tersebut umumnya bersifat basaltik. Magma basaltik bersifat lebih encer dan lebih panas sehingga gunung api yang terbentuk umumnya bertipe perisai. Tipe gunung api yang berbentuk cembung memanjang ke segala arah. Tubuh gunung apinya terbentuk dari aliran lava yang keluar dari kawah di puncaknya.

Kendati memiliki keanehan, bentuk Eyjafjallajökull tetap memperlihatkan bentukan khas dari gunung api yang terbentuk di daerah interaksi divergen. Kekhasan tersebut berupa bentuk gunung yang cenderung memanjang. Eyjafjallajökull memanjang ke arah barat-timur, sedangkan gunung api di Indonesia umumnya berbentuk kerucut dengan 1 lubang kepundan. Anomali dari bentuk umum tersebut terdapat pada Gunung Tangkubanparahu yang tidak membentuk kerucut, tetapi justru memanjang berarah barat-timur.

Persamaannya

Besar letusan Eyjafjallajökull kira-kira setara dengan letusan Gunung Galunggung tahun 1982-1983. Selain kekuatan, beberapa efek letusannya pun hampir sama, misalnya timbulnya kilat dari dalam awan vulkanik di puncak gunungnya. Kilat tersebut terjadi akibat partikel-partikel abu dan batu yang saling bergesekan dan bertumbukan, bersinggungan dengan listrik statis. Selain itu, letusan Eyjafjallajökull juga menghasilkan lahar yang berasal dari es di sekitar puncak yang mencair, atau disebut jökulhlaups.

Jadi, gunung api yang sering meletus sebenarnya relatif lebih aman dan mudah dimitigasi daripada gunung api yang tergolong aktif, tetapi sudah lama tidak meletus. Di Islandia, letusan tersebut telah terjadi pada Eyjafjallajökull. Namun, tanggapan yang cepat dan tepat telah menghindarkan jatuhnya korban jiwa. Bagaimana dengan Indonesia?

Dimuat juga di Suplemen Cakrawala Harian Umum Pikiran Rakyat, Bandung

About author
1 comment on this postSubmit yours
  1. Entah karena upaya antisipasi dan pemberitahuan tanggap bencana dari lembaga yang mengurusinya[di Amerika di urus o/ Pusat Survei Geologi Amerika (USGS)], lemah, atau karena kurang bantuan pemerintah daerah dalam mitigasi bencana. Banyak hal yang perlu diperbaiki. utamanya perbaiki diri sebelum ujian itu datang. Wallahu A’lam.

Submit your comment

Please enter your name

Your name is required

Please enter a valid email address

An email address is required

Please enter your message

Timeline

  • April 21, 2012 01:52

    Salman Reading Corner punya lomba Resensi Buku lho setiap bulannya, hadiahnya voucher belanja 300rb di Gn. Agung. Ikut? http://t.co/KMqxCjxA

  • April 21, 2012 01:50

    assalamu'alaikum, selamat akhir pekan, teman-teman :D

  • April 17, 2012 01:30

    Room Mate dan Budaya Kita http://t.co/8WmwCaiw

  • April 17, 2012 01:23

    Agar Finansial Tak Jadi Beban Bagi Calon Pengantin http://t.co/04O7oq07

  • April 17, 2012 01:19

    dari acara syukuran wisuda kemarin: Follow The Passion atau Lakukan yang Terbaik http://t.co/UwfCeNg6

Masjid Salman ITB © 2012 All Rights Reserved

Developed by Onnay Okheng.