Dalam sebuah hadist, terdapat dialog antara Rasulullah dan para sahabat. Ketika itu Rasulullah bertanya, “Siapakah makhluk yang paling beriman di muka bumi ini?” Ketika itu, para sahabat menjawab bahwa makhluk paling beriman di muka bumi adalah malaikat.
Mendengar jawaban itu, Rasulullah berkata, “Kalaupun para malaikat itu beriman, maka bisa dibilang wajar, karena para malaikat itu bertemu langsung dengan Allah.” Sahabat menjawab lagi, “Makhluk paling beriman di muka bumi ini adalah para nabi.” Mendengar jawaban itu, Rasulullah berkata, “Kalaupun para nabi beriman, maka bisa dibilang wajar, karena para nabi itu menerima wahyu langsung dari Allah.”
Lalu sahabat menjawab lagi, “Makhluk paling beriman di muka bumi ini adalah para sahabat.” Mendengar jawaban itu, Rasulullah berkata, “Kalaupun para sahabat itu beriman, maka bisa dibilang wajar, karena para sahabat itu bisa bertemu langsung dengan Rasulullah dan menyaksikan langsung bagaimana wahyu itu diturunkan.”
Setelah itu, baru Rasulullah menjawab bahwa makhluk yang paling beriman itu adalah generasi setelah para sahabat. Di dalamnya juga termasuk generasi kita sekarang ini. Apa alasannya? Karena generasi-generasi itu tidak pernah betemu langsung dengan Rasulullah, tidak melihat turunnya wahyu, dan tidak pernah menyaksikan mukjizat apapun.
Generasi ini menemukan ajaran Islam dari lembaran-lembaran kertas saja. Namun mereka yang beriman di generasi ini, jelas memiliki komitmen. Bahkan Rasulullah mengumpamakan bahwa orang-orang ini memegang ajaran Islam seperti sedang memegang bara api.
Apa artinya bara api? Artinya, kita akan memerlukan energi yang lebih, tenaga yang berlebih, dan kekuatan menahan rasa sakit yang juga berlebih. Dengan kata lain, ujian yang dialami generasi ini akan luar biasa, tantangannya pun akan lebih hebat.
Salah satu tantangan generasi dalam memelihara keimanan adalah situasi yang tidak mendukung ke arah sana. Nabi sendiri memprediksikan akan terjadi beberapa situasi. Dalam hal ini, akan diterangkan 3 di antaranya.
Pertama, saat itu Islam hanyalah bungkus saja, hanya nama, namun isinya tidak ada. Misalnya, ada yang memasang nama Rumah Sakit Islam tapi di dalamnya jelas-jelas tidak Islami. Atau ada yang memasang nama Universitas Islam tapi di dalamnya tidak Islami. Contoh terdekat, dalam sebuah Pilkada, semua calon akan bicara agama. Namun begitu dia terpilih, agama entah ada di mana. Jadi, dalam hal ini, agama hanyalah bungkus saja, tapi substasnsinya entah apa.
Contoh lainnya di kota Bandung. Di Bandung penduduknya yang beragama Islam mencapai 70 persen. Andaikan para penduduk Bandung mengamalkan satu hadist saja, yaitu hadist tentang kebersihan merupakan sebagian dari iman, maka Bandung akan jadi kota terbersih di Indonesia. Namun kenyataannya tidak demikian. Bandung adalah kota yang kotor dan sampah adalah salah satu masalah utamanya.
Kedua, saat itu banyak masjid megah, tapi sangat sedikit kegiatannya. Sekarang, banyak masjid yang dibangun dengan biaya miliaran Rupiah, tapi seperti bioskop. Dibuka dan dikunci pada jam-jam tertentu karena dianggap sudah tidak ada lagi yang mendatanginya, kecuali untuk shalat. Dalam hal ini, tidak salah bila memiliki masjid yang megah, karena Allah suka pada keindahan. Namun, tidak pada tempatnya bila kita tetap mengutamakan keindahan, tapi juga tetap memelihara kekosongan masjid.
Kondisi ketiga, Alquran ada di mana-mana, tapi hanya tinggal tulisan. Kondisi ketiga ini jelas tampak sekarang ini, Alquran ada di setiap rumah, tapi sama sekali tidak ada pengaruhnya pada kehidupan kita.
Dari ketiga kondisi tersebut, jelaslah bahwa mengapa kita dikategorikan sebagi orang-orang paling beriman. Sebab andaikan kita mampu menjaga iman kita dalam kondisi seperti ini, maka artinya perjuangan kita akan sangat berat dan memerlukan energi ekstra untuk menjaga iman itu.
Disarikan dari Ceramah Jumat, 14 Mei 2010 oleh Dr. Aam Amiruddin, Lc.

![Pendaftaran Beasiswa Salman ITB periode Juli-Desember 2012 [1-13 Mei 2012] Pendaftaran Beasiswa Salman ITB periode Juli-Desember 2012 [1-13 Mei 2012]](http://salmanitb.com/wp-content/uploads/2012/05/poster-beasiswa-50x50.jpg)



![Penerimaan Anggota Asrama Salman ITB periode 2012/2013 [1-11 Mei 2012] Penerimaan Anggota Asrama Salman ITB periode 2012/2013 [1-11 Mei 2012]](http://salmanitb.com/wp-content/uploads/2010/05/Asrama-Salman-ITB-50x50.jpg)
![Kelas Tematik DPD Salman ITB: Shalat, Sebuah Solusi dalam Hidup dan Kehidupan [24 Mei 2012-14 Juni 2012] Kelas Tematik DPD Salman ITB: Shalat, Sebuah Solusi dalam Hidup dan Kehidupan [24 Mei 2012-14 Juni 2012]](http://salmanitb.com/wp-content/uploads/2012/05/kelas-tematik-50x50.jpg)


