Seorang istri dan dokter bagi BJ Habibie. Itulah julukan unik yang melekat pada sosok Hasri Ainun Habibie semasa hidupnya. Namun yang sekarang terjadi, Indonesia berbela sungkawa. Ibu negara sedari tahun Mei 1998-September 1999 ini, telah berpulang ke Rahmatullah pada 22 Mei 2010 di usianya yang ke 72 tahun.
Lalu timbul pertanyaan, siapakah sebenarnya Hasri Ainun Habibie ini? Seberapa dalam hubungannya dengan BJ Habibie menentukan aral nasib bangsa Indonesia? Bagaimana kesan yang orang lain ucapkan tentang beliau?
Hasri Ainun Habibie adalah anak keempat dari delapan bersaudara putra dari H.Mohammad Besari. Beliau lahir di Semarang, 11 Agustus 1937. Arti dari namanya sungguh indah. Hasri Ainun berarti nama yang indah. Masa perkuliahannya ia habiskan di Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia. Gelar dokter pun ia dapat pada tahun 1961. Tahun berikutnya, seorang pria yang menjadi cikal bakal presiden ke-3 Indonesia, menikahinya. Hasri Ainun Habibie dikaruniai dua anak, Ilham Habibie dan Thariq Kemal Habibie bersama suaminya BJ Habibie.
Ibu negara yang dinilai sangat perhatian dan elegan ini senantiasa mendampingi Habibie pada saat masa krisis pemerintahan pasca era Soeharto. Dikutip dari kompas.com, presiden Indonesia saat ini, Susilo Bambang Yudhoyono mengatakan bahwa Ainun terus mendampingi Presiden dalam menjalankan tugas kenegaraan yang berat. Dengan kepercayaan tetap mendampingi Bapak BJ Habibie melewati hari-hari yang tak mudah dalam periode sejarah menentukan, yakni negara diguncang krisis pada tahun 1998-1999, berbarengan dengan reformasi nasional yang dramatis dan berskala besar.
Jasa-jasa besar lainnya dari Hasri Ainun Habibie, kata Presiden, adalah kepeduliannya pada masalah-masalah sosial kemasyarakatan. Presiden memuji kiprah aktif Ainun yang hingga akhir hayatnya masih berkiprah aktif dalam gerakan donor mata dan gerakan orang tua asuh.
Adrie Soebono, bapak event musik Indonesia, yang juga merupakan keponakan Ainun, memiliki kesan tersendiri tentang Ainun Habibie. Pria yang diasuh oleh Ainun selama 9 tahun di Jerman ini, mengatakan bahwa Ainun dan Habibie merupakan pasangan serasi. Sebelum ajal menjemputnya, Ainun berpesan kepada keponakannya itu. “Saya titip Bapak,” bisik Ainun.
Selain orang-orang terdekatnya, seluruh warga Indonesia turut merasakan suasana duka kematian Ainun. Ratusan warga rela mengantri untuk mendekati makam Ainun Habibie yang terletak di kavling M Nomor 113, Taman Makam Pahlawan Kalibata. Mereka kemudian menaburkan bunga di atas pusara makam. Tak hanya itu, para warga pun saling berebut untuk menciumi nisan makamnya.
Inilah sebuah bukti manis. Indonesia sungguh menghujamkan kesan mendalam terhadapmu, Bu. Selamat jalan Ibu Hasri Ainun Habibie.















