Sebuah tas milik seorang pelajar SMA Negeri 15 Bandung hilang dicuri ketika shalat isya berjamaah di Masjid Salman ITB pada Kamis (22/4) malam. Hadi K (17), demikian nama yang tertera di baju seragam pemilik tas tersebut, menaruh tasnya di dekat pintu selatan ruangan utama masjid yang jaraknya sekitar 5 meter dari tempat Hadi sholat.
Anggota Forum Lingkar Pena (FLP) ini langsung berlarian ke sana ke mari ketika sadar bahwa tasnya hilang. Hadi berusaha mencari tasnya sambil sesekali berucap takbir. Mukanya pucat dan pandangan matanya tampak tidak fokus seperti mencari sesuatu yang hilang.
Tampaknya pelajar yang tinggal di Geger Kalong Bandung ini panik dan kebingungan. Wajar saja. Karena selain berisi buku pelajaran, tas tersebut juga berisi telepon genggamnya dan uang senilai 200 ribu Rupiah untuk pendaftaran Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN).
Beberapa anggota FLP yang usianya jauh lebih tua dari Hadi, mencoba menenangkannya. Sembari memberikannya minum, mereka mengajak ngobrol dan meyakinkan Hadi untuk mengikhlaskan tas beserta isinya yang hilang.
Mujahidin Saleh (56) yang kebetulan telat mengikuti shalat Isya di Masjid Salman ITB, menuturkan melihat orang yang mencurigakan ketika Mujahidin memasuki ruang utama masjid. “Saya lihat ada anak muda yang membawa tas. Karena dilihat oleh saya, dia pura-pura menaruh tasnya. Tampaknya karena ada orang, jadi dia (anak muda tersebut) kaget. Anehnya, kok (anak muda tersebut) buru-buru sekali menaruhnya,” tutur Mujahidin.
Mujahidin mengaku curiga melihat gerak-gerik pemuda tersebut. Namun, karena Mujahidin fokus untuk mengikuti shalat Isya berjamaah, akhirnya dia mengabaikan kecurigaannya tersebut. Mujahidin baru sadar bahwa kecurigaannya benar ketika mengetahui ada anak SMA yang kehilangan tasnya.
Naasnya, usai memberikan keterangan kepada SalmanITB.com dan akan beranjak pulang, Mujahidin tidak menemukan sandalnya. “Waduh, sandal saya juga hilang,” ucap wiraswasta asal Gatot Subroto Bandung ini.
Tingkatkan Keamanan Masjid
Mujahidin Saleh mengusulkan agar Masjid Salman ITB meningkatkan keamanannya. Dia menyarankan agar kamera CCTV yang ada di ruang utama masjid diaktifkan hingga kegiatan di Masjid Salman ITB berakhir. Selain itu, Mujahidin juga mengusulkan agar posisi kamera CCTV dipertimbangkan agar jangkauannya efektif dan bisa memantau seluruh ruangan masjid.
Mujahidin juga menyarankan agar pihak Salman ITB menyediakan satpam hingga berakhirnya shalat Isya setiap harinya. Memang, ketika peristiwa kehilangan ini terjadi, tidak ada seorang pun satpam yang berjaga-jaga ketika shalat Isya berjamaah berlangsung. Padahal, ketika shalat Dzuhur, Ashar, dan Maghrib, tenaga keamanan selalu tersedia untuk menjaga keamanan di dalam masjid.
Menyinggung tentang himbauan kepada jamaah untuk meletakan barang bawaannya di depan shafnya masing-masing, Mujahidin menyimpulkan hal tersebut tidak efektif, khususnya untuk jamaah baru. “Jamaah baru belum tentu mengerti. Mereka mengira masjid aman,” tandas Mujahidin menutup perbincangan.

![Pendaftaran Beasiswa Salman ITB periode Juli-Desember 2012 [1-13 Mei 2012] Pendaftaran Beasiswa Salman ITB periode Juli-Desember 2012 [1-13 Mei 2012]](http://salmanitb.com/wp-content/uploads/2012/05/poster-beasiswa-50x50.jpg)





![Pesantren Kilat PAS ITB: KETOPRAK (Kerajinan dan Teknologi Praktis) [24–29 Juni 2012] Pesantren Kilat PAS ITB: KETOPRAK (Kerajinan dan Teknologi Praktis) [24–29 Juni 2012]](http://salmanitb.com/wp-content/uploads/2012/05/ketoprak-logo-50x50.jpg)
![Pendaftaran Wali Adik PAS ITB [16 Mei - 7 Juni 2012] Pendaftaran Wali Adik PAS ITB [16 Mei - 7 Juni 2012]](http://salmanitb.com/wp-content/uploads/2012/05/ketoprak1-50x50.jpg)


Sri Al Hidayati
Tuesday, 8 May 2012
Membaca tulisan ini melempar saya ke beberapa tahun yang lalu. Saya termasuk anggota FLP Bandung dan saat Hadi kehilangan tasnya, kami teman-teman di FLP hanya mampu memberi dorongan semangat. Hadi sudah lama tidak hadir rutinan FLP Bandung, moga diberikan yang terbaik untuk Hadi.
Nash
Wednesday, 20 April 2011
Duluuuuuu, tahun 1991, tas saya juga hilang di Salman. Dengan seorang kawan, kami tidur di Balkon karena ada urusan dengan salah satu kepanitiaan di Keluarga Remaja Islam Salman ITB. Hilangnya kira-kira jam 2-3 pagi, saya sebetulnya melihat samar-samar, tetapi tidak menyangka tas itu diambil. Isinya: dua buku Psikologi Perkembangan dan kacamata. Selain itu saya tidak ingat lagi.
Mestinya karena Salman masjid “teknologi”, sudah ada pusat pemantauan yang menggunakan kamera. Apalagi ketika jamaah membludak. Perlu juga dipasang tanda-tanda pemberitahuan “Demi Keamanan dan Ketertiban Semua Lokasi Dipantau Kamera”, untuk membuat kandidat pencoleng berpikir lebih “kreatif” lagi sebelum bertindak.
Beberapa tahun yang lalu, di Masjid Kampus Universitas Muhammadiyah Malang para pencoleng sepatu difoto dengan barang bukti, kemudian ditempelkan di papan pengumuman dengan tulisan, “Waspadalah Bila Orang Ini Dekat Dengan Anda”, atau “Tertangkap Basah!!”, dan sebagainya.
Sujiwo Tejo
Friday, 23 April 2010
Seharusnya masjid adalah tempat yang aman bagi muslim dalam menunaikan ibadah. Kalau ibadah aja was-was karena takut barangnya hilang. Gimana bisa khusu’ bro….camkan itu!!!
Agus Saparudin (Manajer Dakwah dan Pelayanan Salman ITB)
Friday, 23 April 2010
Saya menyampaikan mohon maaf kepada jamaah Masjid Salman ITB terutama Sdr. Hadi yang telah kehilangan Tas dan Sandal sewaktu melaksanakan Ibadah Shalat Isya di Masjid Salman. Insya Allah kedepan kita akan melakukan perbaikan baik dari sistem keamanan maupun SDM nya (petugas satpam)agar lebih baik sehingga tidak lagi ada kejadian yang sama. Mudah-mudahan Allah SWT mengganti barang barang-barang hilang tersebut dengan yang lebih baik. Amin.