Program tahfiz mahasiswa yang diselenggarakan Lembaga Pengembangan Dakwah (LPD) Salman ITB telah memulai kelas barunya Kamis (22/4) ini. Materi pertemuan pertama lebih banyak diisi dengan perkenalan peserta dan pengantar dari pembimbing.
“Langkah pertama luruskan niat, lillah (karena Allah). Mengahafal Alquran bukan agar kita dipandang orang,” ujar ustadzah Nuning.
Lebih lanjut dalam paparannya, Nuning mengatakan bahwa Alquran sudah seharusnya menjadi sumber kekuatan kita sebagai umat Islam. Alquranlah yang menjadi penggerak semua aktivitas. Jika hafalan Alquran kita baik, maka akan berbanding lurus dengan ruh yang terjaga.
Nuning juga mengajak para peserta untuk bersungguh-sungguh dan menguatkan niat agar proses menghafal bisa tetap berjalan, walaupun nantinya menemui kendala.
“Walaupun misalnya nanti tidak bisa menghadiri kelas ini karena kesibukan lain, tetap hadirkan dalam hati bahwa ini waktunya menghafal Alquran,” tutur Nuning.
Ayat Quran yang akan disetorkan hafalannya nanti hendaklah dipersiapkan dengan baik. Tentu saja sangat tidak dianjurkan Sistem Kebut Semalam (SKS). Jika dipersiapkan dari jauh-jauh hari, proses menghafal akan lebih ringan dan matang karena lebih banyak waktu. Selain itu, hal ini perlu dilakukan untuk membiasakan diri menghadapi juz-juz lain yang bagi kita asing.
“Kalau juz 30 kan sudah familiar ya,” kata Nuning.
Sistem hafalan nantinya akan seragam dimulai dari juz 30. Kedepannya, tergantung kemampuan peserta itu sendiri. “Seperti lari marathon, start-nya barengan, tapi sampai finish-nya beda-beda,” Nuning memberikan analogi. Kendatipun demikian, dalam setiap pertemuan peserta mempunyai target untuk meyetorkan hafalan paling sedikit satu halaman Alquran.
Nuning juga menekankan agar jangan hanya meniatkan untuk hafal juz 30 saja, tapi juga ke-30 juz Alquran. Hal yang paling penting adalah konsistensi.
Teknik Menghafal
Terdapat empat teknik menghapal Alquran yang umum dilakukan. Pertama adalah dengan menulis ulang ayat. Kedua adalah dengan mendengarkan bacaan Alquran orang lain, bisa secara langsung atau dengan rekaman. Ketiga adalah teknik menghafal Alquran dengan cara memahami isi ayat. Tidak sampai tafsir, paling tidak terjemahannya. Keempat adalah dengan mengulang-ngulang ayat.
“Al-Fatihah diulang-ulang membuat kita ingat terus surat itu. Kita jadikan An-Naba dan surat-surat lain juga seperti itu,” ujar Nuning.
Teknik yang digunakan bisa yang mana saja, ataupun kombinasi dari beberapa teknik. Dalam menghafal, Nuning tidak menyarankan Alquran dibaca dalam hati.
“Lebih baik disuarakan dan diperhatikan tajwid dan hurufnya,” tandasnya.

![Pendaftaran Beasiswa Salman ITB periode Juli-Desember 2012 [1-13 Mei 2012] Pendaftaran Beasiswa Salman ITB periode Juli-Desember 2012 [1-13 Mei 2012]](http://salmanitb.com/wp-content/uploads/2012/05/poster-beasiswa-50x50.jpg)





![Pesantren Kilat PAS ITB: KETOPRAK (Kerajinan dan Teknologi Praktis) [24–29 Juni 2012] Pesantren Kilat PAS ITB: KETOPRAK (Kerajinan dan Teknologi Praktis) [24–29 Juni 2012]](http://salmanitb.com/wp-content/uploads/2012/05/ketoprak-logo-50x50.jpg)
![Pendaftaran Wali Adik PAS ITB [16 Mei - 7 Juni 2012] Pendaftaran Wali Adik PAS ITB [16 Mei - 7 Juni 2012]](http://salmanitb.com/wp-content/uploads/2012/05/ketoprak1-50x50.jpg)

