Jumlah kasus pencurian di Masjid Salman ITB ternyata sudah berkurang banyak. Hal ini ditandai dengan berkurangnya intensitas kejadian kehilangan barang karena pencurian. Dulu, pencurian bisa terjadi hingga seminggu sekali. Namun kini sebulan sekali pun jarang.
Demikian disampaikan Manajer Umum YPM Salman ITB Agus Saparudin ketika ditemui di sela-sela kesibukannya pada Jumat (23/4) di Front Office Salman ITB.
Meskipun begitu, Agus menyampaikan permohonan maaf sebesar-besarnya kepada korban atas kejadian hilangnya tas seorang pelajar akibat pencurian kamis malam (22/4) lalu. Hal ini, dinilai Agus disebabkan keteledoran pihaknya ketika waktu kejadian. “Kami memohon maaf atas kejadian (hilangnya tas) tersebut. Kami akui, kesalahannya memang ada pada kami,” tutur Agus berjiwa besar.
Lebih lanjut, Agus menyampaikan ketika kejadian, satpam yang bertugas hanya 1 orang. Itu pun, karena ada keperluan yang mendesak, satpam tersebut tidak bisa menunaikan tugasnya hingga pukul 19 malam. “Sehingga, ketika melihat tidak ada satpam, si pencuri punya kesempatan untuk melakukan aksi pencuriannya,” simpul Agus.
Pun dengan kejadian hilangnya laptop seorang mahasiswi beberapa bulan lalu. Ketika itu, sang mahasiswi dengan santainya menyimpan laptopnya di depan toilet wanita tanpa ada teman yang menunggui laptopnya. Saat itu, seluruh tenaga keamanan sedang briefing rutin sehingga tidak ada yang menjaga di lokasi. Akhirnya, laptop sang mahasiswi pun raib dalam sekejap.
Namun, Agus menilai pihaknya telah berusaha secara optimal untuk melakukan himbauan kepada jamaah agar menjaga barang bawaannya. Himbauan ini tidak hanya berbentuk pengumuman di banyak titik, tetapi dilakukan juga secara personal oleh tenaga keamanan kepada jamaah.
Wahyu, salah seorang satpam di Masjid Salman ITB yang ditemui secara terpisah, mengaku pihaknya telah sering melakukan himbauan kepada jamaah agar menjaga barang-barangnya. Menurutnya, dia dan rekan-rekan tenaga keamanan di Salman ITB sering melihat jamaah, khususnya mahasiswa dan pelajar, teledor menyimpan barang-barangnya di sembarang tempat tanpa ada yang menjaga.
“Seringkali, saya yang mengamankan tas anak-anak (pelajar dan mahasiswa) yang mereka simpan secara sembarang. Sengaja saya tidak memberitahukan mereka agar jadi bahan pelajaran. Baru, ketika mereka (pemilik tas) bertanya kepada pihak keamanan, saya beritahukan sembari memberi peringatan agar menjaga barang bawaannya dengan baik,” tegas Wahyu.
Dirinya juga menuturkan pihak jamaah harus kooperatif dalam menjaga barang bawaannya. Bagaimana pun, tenaga keamanan di Salman ITB terbatas, sehingga dikhawatirkan tidak mampu mengamankan secara optimal barang-barang jamaah.

![Pendaftaran Beasiswa Salman ITB periode Juli-Desember 2012 [1-13 Mei 2012] Pendaftaran Beasiswa Salman ITB periode Juli-Desember 2012 [1-13 Mei 2012]](http://salmanitb.com/wp-content/uploads/2012/05/poster-beasiswa-50x50.jpg)





![Pesantren Kilat PAS ITB: KETOPRAK (Kerajinan dan Teknologi Praktis) [24–29 Juni 2012] Pesantren Kilat PAS ITB: KETOPRAK (Kerajinan dan Teknologi Praktis) [24–29 Juni 2012]](http://salmanitb.com/wp-content/uploads/2012/05/ketoprak-logo-50x50.jpg)
![Pendaftaran Wali Adik PAS ITB [16 Mei - 7 Juni 2012] Pendaftaran Wali Adik PAS ITB [16 Mei - 7 Juni 2012]](http://salmanitb.com/wp-content/uploads/2012/05/ketoprak1-50x50.jpg)


tan
Monday, 26 April 2010
aga khawatir dengan peminta2,
S**i
pernah kepergok beberapa kali sedang bongkar2 tas beberapa pembina KARISMA – ITB
H. Agus Purnama ( Kang Apur)
Saturday, 24 April 2010
Semoga masjid Salman terus menerus meningkatkan perbaikan khususnya dalam bidang keamanan karena ini menyangkut kenyamanan jamaah dalam melaksanakan jamaah. Semoga Allah SWT memudahkan langkah kita. Amin.
Yan
Saturday, 24 April 2010
Memang, para jama’ah harus bertanggung jawab atas keamanan barang masing masing. Bila ada pencuri yg tertangkap tangan harus diberi hukuman yg mendatangkan efek jera. Tahun 80an awal saya pernah melihat seorang pencuri yg tertangkap tangan dibotakin rabutnya, dibuka bajunya (saja) dan diarak keliling masjid .