Munculnya fenomena joki Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) merupakan suatu siklus yang terjadi sejak beberapa puluh tahun lalu. Sejak dimulainya seleksi memasuki perguruan tinggi negeri yang hanya menyediakan beberapa ribu kursi, sementara peminatnya membludak hingga melebihi kapasitas. Kenapa semua orang begitu ingin diterima di perguruan tinggi negeri (PTN)?
Karena memang dari dulu hingga sekarang PTN masih menjadi cita-cita banyak orang untuk menempuh pendidikan yang lebih baik dan jalan menuju kesuksesan di dunia kerja. Entah itu murni keinginan sang anak ataupun sekedar ambisi orang tua, pokoknya yang penting lolos SNMPTN!
Menurut Syamril, ketua Lembaga Pengembangan Pendidikan (LPP) Salman ITB, adanya praktik perjokian ini muncul karena adanya fenomena permintaan dan penawaran. Adanya kebutuhan peserta SNMPTN untuk diterima di PTN namun memiliki kemampuan yang kurang dalam bidang akademis, dipenuhi oleh joki SNMPTN yang memang bisaanya memiliki kemampuan akademik di atas rata-rata, dan memiliki tujuan sampingan yang bermacam-macam, selain mendapatkan penghasilan sebagai joki SNMPTN.
Ketika ditanya pendapat mengenai adanya joki yang merupakan salah satu mahasiswa Institut Teknologi Bandung (ITB), Kang Syamril, begitu beliau biasa disapa, menyayangkan adanya kejadian tersebut. Beliau mengaku terkejut saat mendapat berita tersebut pada SNMPTN tahun lalu.
Kejadian perjokian tersebut dianggap fatal olehnya, karena hal tersebut menyangkut kejujuran dasar dari seseorang. Kejujuran menyangkut akhlak yang dimiliki seseorang, maka ketika memang hal tersebut menyangkut kejujuran, beliau setuju dengan keputusan DO yang diberikan pihak ITB terhadap mahasiswa yang bersangkutan. Apalagi masalah perjokian ini menyangkut integritas serta reputasi yang dimiliki sejak lama oleh ITB, baik di tingkat nasional maupun internasional.
Manusia itu memiliki banyak dimensi, baik dimensi sosial, spiritual ataupun akademik. Menurut beliau, bisa jadi mahasiswa pelaku joki tersebut dimensi spiritualnya masih sangat lemah, meski mahasiswa tersebut memiliki indeks prestasi yang sangat bagus.
“Manusia itu kan tidak sempurna†lanjutnya. Bisa jadi mahasiswa tersebut sedang mengalami krisis karakter dan nilai sehingga mudah tergoda dengan ajakan-ajakan menuju jalan yang tidak baik, mengingat mahasiswa pelaku joki masih tercatat sebagai mahasiswa tingkat satu.
Bagi orang tua dari mahasiswa pelaku joki diharapkan dapat memahami situasi yang menimpa putra-putrinya, tambah Syamril, keputusan DO bukan berarti dunia runtuh karena tidak dapat melanjutkan kuliah. Masih ada jalan lain yang bisa ditempuh, misalnya dengan membuka usaha.
Menurut Syamril, budaya di Indonesia ini masih terbatas pada budaya mencari kerja, bukan menciptakan suatu usaha yang dapat menciptakan lapangan pekerjaan. Budaya inilah yang perlu dirubah, dan tidak selamanya kuliah di PTN menjadi jalan satu-satunya menuju kesuksesan.
Bagi calon mahasiswa yang akan mengikuti SNMPTN juga harus memikirkan baik-baik jika tergoda ingin menggunakan jasa joki SNMPTN. “Harus dipikirkan baik-baik, untuk masuk ke PTN saja sudah susah, kalau masuknya menggunakan joki, apa bisa mahasiswa itu bertahan sewaktu kuliah? Baik untuk yang ingin menggunakan jasa joki ataupun menjadi joki, harus dipikir baik-baik, masih ada jalan lain untuk mencapai keinginan masing-masingâ€Â, tegas Syamril lagi.

![Pendaftaran Beasiswa Salman ITB periode Juli-Desember 2012 [1-13 Mei 2012] Pendaftaran Beasiswa Salman ITB periode Juli-Desember 2012 [1-13 Mei 2012]](http://salmanitb.com/wp-content/uploads/2012/05/poster-beasiswa-50x50.jpg)



![Penerimaan Anggota Asrama Salman ITB periode 2012/2013 [1-11 Mei 2012] Penerimaan Anggota Asrama Salman ITB periode 2012/2013 [1-11 Mei 2012]](http://salmanitb.com/wp-content/uploads/2010/05/Asrama-Salman-ITB-50x50.jpg)
![Kelas Tematik DPD Salman ITB: Shalat, Sebuah Solusi dalam Hidup dan Kehidupan [24 Mei 2012-14 Juni 2012] Kelas Tematik DPD Salman ITB: Shalat, Sebuah Solusi dalam Hidup dan Kehidupan [24 Mei 2012-14 Juni 2012]](http://salmanitb.com/wp-content/uploads/2012/05/kelas-tematik-50x50.jpg)


