Tidak kurang dari 20 orang muslimah memenuhi Ruang GSS-E Salman, Sabtu 13 Maret 2010 lalu. Sebagai pembicara, Erlin Marlina dengan slide presentasi bertajuk “Wanita dan Realita”. Ini merupakan rangkaian acara dari Rainbow School, acara khusus untuk muslimah ini merupakan gelaran Annisa Gamais ITB.
Fenomena Wanita Bekerja
Lebih lanjut dalam paparannya, Erlin memberi gambaran tentang realita wanita masa kini. Salah satunya yaitu fenomena wanita bekerja yang sudah tidak asing lagi dalam keseharian kita. Alasan-alasan yang mendukung terjadinya fenomena ini antara lain banyak wanita yang menjadi tulang punggung keluarga. Disamping itu juga dikemukakan alasan untuk menambah pendapatan keluarga, menyalurkan minat dan keahlian, serta pengembangan diri hingga alasan untuk menghindari kejenuhan.
Erlin juga mengemukakan fakta bahwa angka harapan hidup wanita lebih tinggi dari laki-laki. Wanita mempunyai kapasitas energi psikologis lebih besar. “Lihatlah betapa seorang ibu walaupun sedang sakit masih bisa memikirkan akan sarapan apa anaknya besok”, ujar Erlin.
Wanita yang bekerja menyebebkan dirinya memiliki rasa percaya diri dan konsep diri yang positif. Selain itu, manfaat lain yang terasa adalah berkembangnya potensi diri dan tercapainya kepuasan hidup. Wanita yang bekerja juga cenderung lebih peduli dalam merawat diri dan penampilan. “Kalau di rumah terus sepertinya bajunya hanya daster itu-itu saja”, canda Erlin yang disambut tawa peserta.
Sibuk Kerja, Abaikan Peran
Namun di sisi lain, berbagai kendala juga muncul pada fenomena ini. Wanita lebih rentan mengalami pelecehan seksual di tempat kerja. Selain itu, ambisi yang tidak terkendali bisa menyebabkan sikap matrealistis dan gila karir. Lebih buruk lagi menyebabkan wanita cenderung mengabaikan fungsi perkawinan dengan mengabaikan perannya sebagai istri dan ibu. Hal ini bisa menyebabkan perselisihan dan persaingan suami istri, serta memicu konflik internal. Lebih buruk lagi pendidikan anak terlantar dan menimbulkan kenakalan remaja.
Menurut survey sebuah LSM terhadap 100 orang remaja Bandung, 56% persennya pernah melakukan seks bebas. Fakta ini sangat mengejutkan dengan detail 33% diantaranya melakukan dengan pacar, 11% dengan PSK dan 3% dengan orang yang baru dikenal. “Ini dampak kurangnya perhatian orang tua”, ungkap Erlin.
Kekhawatiran Ikhwan
Di tengah paparannya, Erlin mengungkapkan pengalamannya ketika mengisi materi dalam Sekolah Pra Nikah yang diadakan Lembaga Muslimah Salman (LMS) beberapa waktu lalu. Menurutnya, ada ikhwan yang memiliki kekhawatiran jika istrinya kelak berpendidikan lebih tinggi dan berpenghasilan lebih tinggi. Para kaum adam ini takut pasangannya melupakan perannya yang utama.
Menurut Erlin hal ini tidak perlu dikhawatirkan. Karena pada dasarnya Islam memang mewajibkan umatnya untuk menuntut ilmu setinggi mungkin. Menyikapi kekhawatiran ini maka selayaknya kita kembali pada ajaran Rasulullah dalam menentukan kriteria pasangan. Carilah wanita yang bagus agamanya, sehingga jika dasar agamanya kuat tidak akan menyalahi perannya sebagai muslimah, sekaligus sebagai istri dan ibu.
“Perhatikan rambu-rambu yang diberikan Islam tentang muslimah yang bekerja, atau berkegiatan di luar rumah. Yang paling penting adalah kita harus tetap berpegang teguh pada aturan Allah dan Rasulullah”, ujar Erlin pada akhir acara.


![Pendaftaran Beasiswa Salman ITB periode Juli-Desember 2012 [1-13 Mei 2012] Pendaftaran Beasiswa Salman ITB periode Juli-Desember 2012 [1-13 Mei 2012]](http://salmanitb.com/wp-content/uploads/2012/05/poster-beasiswa-50x50.jpg)





![Pesantren Kilat PAS ITB: KETOPRAK (Kerajinan dan Teknologi Praktis) [24–29 Juni 2012] Pesantren Kilat PAS ITB: KETOPRAK (Kerajinan dan Teknologi Praktis) [24–29 Juni 2012]](http://salmanitb.com/wp-content/uploads/2012/05/ketoprak-logo-50x50.jpg)
![Pendaftaran Wali Adik PAS ITB [16 Mei - 7 Juni 2012] Pendaftaran Wali Adik PAS ITB [16 Mei - 7 Juni 2012]](http://salmanitb.com/wp-content/uploads/2012/05/ketoprak1-50x50.jpg)

