Mang Darmin: “Dulu Saya Pernah Kerja di Sana”

Ada fakta menarik di balik bencana longsor yang melanda Perkebunan Teh Dewata di di Kampung Dewata, Desa Tenjolaya, Kecamatan Pasir Jambu, Ciwidey, Kabupaten Bandung.  Mang Darmin, salah seorang karyawan senior di Masjid Salman ITB menyatakan bahwa saat masih berusia belasan tahun dia pernah bekerja di perkebunan itu.  Bahkan orang tuanya dulu ikut membuka hutan untuk dijadikan perkebunan itu.

Masih menurut Mang Darmin, saat dia mulai bekerja di Salman di tahun 70 an, salah seorang Pembina Salman ITB yaitu almarhum Affandi Ridwan, pernah menjabat sebagai direktur di perkebunan itu.  Mang Darmin yang kini telah berumur 67 tahun memang tak lama bekerja di sana.  Dia hanya sempat bekerja selama satu bulan dan terpaksa keluar karena saat itu fisiknya dianggap belum siap bekerja berat.  “Dulu pukul 12 malam saya dan pekerja lain dibangunkan untuk mulai memetik pucuk daun teh.  Saya dulu juga sempat tinggal di rumah-rumah bedeng yang sekarang sudah rata dengan tanah”, kenangnya.

Mang Darmin yang asli Ciwidey ini juga bercerita tentang para pekerja di perkebunan itu.  Kebanyakan mereka berasal dari luar Ciwidey, misalnya dari Garut atau Sukabumi.  Tapi setelah pensiun dan tidak lagi bekerja di sana, banyak diantara mereka yang menetap dan menjadi tetangganya di Ciwidey.

3 total comments on this postSubmit yours
  1. Mang, kalo dah pensiun jadi juragan kebun teh we…

  2. Alahamdulillah pak haji bukan salah satu korban longsor… pernah kerja berarti apal atuh pak haji cara melak jeung panen kebon teh…ajarkeun mang ka barudak lapangan ngarah jadi juragan teh kabeh… tong nyo o sapu deui sapu deui…he he he….

  3. Mang Darmin emang TOP, mamang paling kocak di Salman

Submit your comment

Please enter your name

Your name is required

Please enter a valid email address

An email address is required

Please enter your message

Timeline

Masjid Salman ITB © 2012 All Rights Reserved

Developed by Onnay Okheng.