Korsa Kirim Relawan Medis ke Longsor Pasir Jambu

Tim medis Korsa di lokasi pengungsian korban longsor Pasir Jambu, Ciwidey

Tim medis Korsa di lokasi pengungsian korban longsor Pasir Jambu, Ciwidey

Hari Jumat, 26 Februari 2010 lalu, bertepatan dengan Maulid Nabi SAW, Korps Relawan Salman (Korsa) mengirimkan timnya turun ke daerah bencana longsor di Pasir Jambu, Bandung. Salah satu yang diberangkatkan adalah tim medis dari Fakultas Kedokteran (FK) Universitas Pajajaran (Unpad). Long weekend yang biasanya digunakan untuk bersantai dan bersenang-senang, rupanya ditanggapi lain oleh tim medis Korsa. Mereka memaknainya sebagai kesempatan untuk berbuat nyata dan mengamalkan ilmu.

Sebelum ini, pada Selasa, 23 Februari, Korsa mengutus tim pendahulunya. Alhasil sebagai tindak lanjut, Korsa memberangkatkan total 8 orang medis: Fariz, Bagus, Intan, Dani, Arya, Hamda, Ayu, dan Nanas. Kebutuhan akan bantuan medis di lapangan masih tinggi. Bukan hanya bagi para pengungsi, melainkan juga bagi para relawan. Celah inilah yang menjadi ladang amal Korsa. “Jumlah pengungsi dan relawan banyak. Tenaga dari Dinas Kesehatan sering mengalami rotasi. Bayangkan, pengungsi kira-kira 200 orang sedangkan dokter (hanya) sekitar 10 orang,” Abdul Kholic Ibrohim, Koordinator Lapangan (Korlap) Korsa, berargumen.

Tim langsung menuju titik longsor, bukan sekedar titik lokasi pengungsian. Lokasi ini dipilih agar bantuan medis bagi para relawan efektif tercapai. Selain itu, jarak Pos Alam Endah, titik longsor kali ini, berada di posisi strategis untuk mencapai titik-titik pengungsian. Sehingga pengobatan bagi pengungsi pun dengan sigap dapat dilakukan.

Tim Korsa tengah memilah obat-obatan untuk pengungsi longsor Pasir Jambu, Ciwidey

Tim Korsa tengah memilah obat-obatan untuk pengungsi longsor Pasir Jambu, Ciwidey

Sesampainya di posko, Tim Medis Korsa berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan dan kesibukan pun dimulai. Tim mengemas obat-obatan prophylaxis, berupa antibiotik dan vitamin. Hal ini dilakukan agar mudah dibagikan kepada korban yang membutuhkan.

Pasien pun mulai berdatangan dengan berbagai macam keluhan, mulai dari luka lecet, lebam, sakit kepala, serta herpes. Sampai malam tiba, Tim Medis Korsa setia melayani pasien yang membutuhkan bantuan.

Turunnya tim ke lapangan adalah bentuk tanggap darurat bencana yang dilakukan Korsa. Hingga Selasa depan, Korsa akan konsisten melakukan bantuan medis. Tim Medis disebar di pos relawan dan pos-pos pengungsi untuk melakukan pengobatan.

Ketika fase tanggap darurat ini usai, Korsa merencanakan untuk melanjutkan ke fase recovery, yaitu dengan memberikan bantuan penyembuhan psikologis bagi korban bencana.

About author

Masjid Salman ITB © 2013 All Rights Reserved

Developed by Onnay Okheng.