Kebersamaan, Modal Utama Korsa

Kebersamaan ini merupakan cermin bahwa kebersamaan dan canda tak pernah lepas dari keseharian relawan Korsa.

Kegiatan makan bersama merupakan cermin bahwa kebersamaan dan canda tak pernah lepas dari keseharian relawan Korsa.

Suatu malam di Posko Medis Korps Relawan Salman (Korsa) di Ciwidey, daun pisang panjang dibeber di lantai. Tak lama kemudian Kang Dudi, pakar logistik Korsa, menyodorkan lauk dan sepanci nasi. Segera saja nasi yang masih mengepul itu dituang di daun pisang dan lauk disebar di atasnya.

Para relawan Korsa bergerumbul di sekitar daun pisang, menuangkan hand sanitizer. Setelah persiapan usai dan berdoa dalam hati, tanpa dikomando, tangan-tangan itu dengan sigap menyerbu makanan yang dipiringi daun pisang. Mereka makan dengan khusyuk meski kadang ditingkahi tawa. Beres makan, daun pisang digulung dan dibuang. Praktis dan ramah lingkungan.

Pada lain waktu, tidak di lapangan, hanya sekadar di sekre Korsa, kebersamaan serupa kembali terjadi. Seseorang mengacungkan sekantong biskuit dan seorang lainnya membawa sekantong coklat pasta sambil berteriak, “Siapa mau?!” Tantangan ‘perang’ itu dibalas dengan tak kalah kencang oleh mereka yang sedang duduk berkumpul, “Bawa sini!!” Dalam sekejap, mereka sibuk meracik dan melahap biskuit coklat ala Korsa. Tentunya, kenikmatan biskuit coklat itu tak lengkap bila tanpa bumbu tawa.

Kebersamaan kecil di bidang konsumsi ini merupakan cermin bahwa kebersamaan dan canda tak pernah lepas dari keseharian para relawan Korsa, baik di lapangan maupun di ruangan. “Kita memang harus begini, biar nggak stres atuh,” celetuk Acel.

Sikap positif memang harus selalu dijaga agar diri selalu siap menghadapi skenario yang dunia sodorkan, terutama kisah-kisah sedihnya. Apalagi pekerjaan relawan sering kali berkutat dengan beragam jenis bencana dan tragedi. Ya, jika para relawan ini ikut bersedih dan berkecil hati, lalu siapa yang akan membantu dan membesarkan hati para korban?

Mengembangkan sikap positif, mengasah empati, kontribusi langsung kepada masyarakat. Simpulannya, pembangunan karakter yang lengkap dapat diperoleh dengan menjadi relawan.

Submit your comment

Please enter your name

Your name is required

Please enter a valid email address

An email address is required

Please enter your message

Masjid Salman ITB © 2012 All Rights Reserved

Developed by Onnay Okheng.