Dinas Pendidikan Jawa Barat terlihat sepi pada hari Minggu, 28 Februari 2010 kemarin. Wajar saja tidak ada pegawai yang masuk pada hari libur. Tapi tidak demikian jika kita berjalan ke samping gedung utama yang terletak di Jalan dr. Rajiman 6 Bandung ini.
Bertempat di aula Dinas Pendidikan Jawa Barat, tidak kurang berkumpul 600 orang guru se-Jawa Barat. Guru-guru dari semua tingkatan pendidikan ini menghadiri Seminar Nasional bertajuk “Guru Sebagai Perubah Teknologi untuk Pendidikanâ€Â. Acara ini merupakan kerjasama antara Lembaga Pengembangan Pendidikan (LPP) Salman ITB dan Klub Guru Jawa Barat.
Acara yang berlangsung dari pagi hingga siang ini menghadirkan pembicara Prof. Dr. Ichsan Setya Putra dari ITB, Arya Sanjaya dari Intel Indonesia Corporation, dan Bob Labesani dari Axioo Internasional.
Secara keseluruhan, acara ini terdiri dari presentasi dan diskusi, pameran teknologi informasi pendidikan, dan peluncuran Program SAGUSALA “Satu Guru Satu Laptop†dan “ICT Laboratory Goes to Schoolâ€Â. Di akhir acara juga diadakan doorprize bagi guru-guru peserta seminar dengan hadiah flashdisk, hardisk eksternal, dan laptop.
SAGUSALA, Teknologi untuk Belajar
Dijumpai usai acara, Syamril, Direktur Eksekutif LPP Salman ITB sekaligus Sekretaris Klub Guru Jawa Barat mengungkapkan, “Kalau untuk guru sih bukan belajar teknologi, tapi teknologi untuk belajar.â€Â
Menurut Syamril, guru sebagai agent of change, terutama di era teknologi ini, mau tidak mau harus mampu memanfaatkan teknologi untuk pendidikan.
UU Guru dan Dosen menempatkan guru sebagai profesi. Sebagai profesional, selayaknya guru dituntut kreatif dalam mengembangkan metode dan alat pembelajaran. “Satu Guru, Satu Laptop” atau disingkat SAGUSALA, adalah program Klub Guru Indonesia untuk Guru Indonesia guna mewujudkan transformasi pendidikan nasional. Program ini sebelumnya juga diluncurkan di Surabaya dan akan dijadikan program nasional.
Program SAGUSALA merupakan kerjasama Klub Guru Indonesia, Axioo, dan Intel Indonesia. Axioo menyediakan laptop dengan aplikasi pembelajaran lengkap dan terintegrasi. Selain itu juga, disediakan kredit untuk guru, baik secara perorangan ataupun kolektif dalam satu sekolah.
Selain SAGUSALA juga akan diadakan program ICT Laboratory Goes to School. “Kita akan memilih sekolah, nanti Axioo meminjamkan laptop untuk alatnya, LPP menyediakan relawan pendidikan untuk nanti mengadakan pelatihan di sekolah-sekolah,†jelas Syamril.
Mendapat Gambaran
Sementara itu, Ayu, seorang guru sekolah dasar mengaku senang mengikuti acara ini. “Saya jadi dapat gambaran nanti kalau mau pakai laptop gimana,†ujar guru mata pelajaran IPS dan Kewarganegaraaan ini.
Menurut Ayu, di sekolahnya fasilitas yang ada baru sebatas lab komputer, “Sesekali anak-anak diajak ke sana kalau sekiranya perlu mengajar menggunakan komputer.†Untuk penggunaan laptop sendiri belum disediakan pihak sekolah. Kalaupun ada, itu milik guru pribadi.


