Masjid Salman ITB menggelar kerja bakti guna membersihkan lingkungan di sekitar masjid pada hari Jumat, 26 Februari 2010 lalu. Namun, aktivis yang berpartisipasi dalam kegiatan tersebut sangat sedikit.
Dari pengamatan SalmanITB.com selama kegiatan, partisipan hanya terdiri dari karyawan yang dibantu oleh mahasiswa dari asrama putra dan asrama putri Salman ITB. Sedangkan unit yang terlihat beraktivitas membersihkan sekretariatnya hanyalah Korps Relawan Salman (Korsa).
Agus Saparudin, Manajer Umum YPM Salman ITB, menuturkan bahwa agenda kerja bakti kali ini adalah membersihkan sekretariat unit masing-masing. Kegiatan ini seharusnya dihadiri oleh aktivis dari unit-unit di bawah naungan YPM Salman ITB. Namun, hingga kegiatan kerja bakti dilaksanakan, tidak terlihat aktivis dari unit-unit Salman ITB terlibat dalam kegiatan.
Ketika disinggung mengenai mulai rendahnya kepedulian aktivis Salman ITB, Agus mengiyakan hal tersebut. Meskipun begitu, Agus optimis kegiatan semacam ini bisa menumbuhkan kembali kepedulian aktivis di lingkungan Masjid Salman ITB.
Hal senada juga diungkapkan Johansyah, Wakil Sekretaris YPM Salman ITB, ketika disinggung mengenai rendahnya kepedulian aktivis Salman ITB. Menurutnya perlu ada usaha untuk memulihkan kepedulian aktivis Salman ITB.
Terlalu Birokratis
Iqbal Alfajri, Manajer Media dan Humas YPM Salman ITB berpendapat bahwa sedikitnya partisipan kegiatan kerja bakti di lingkungan Salman ITB ditenggarai karena terlalu birokratisnya sistem pengelolaan di Masjid Salman ITB.
Iqbal mencontohkan, birokratis pengelolaan di Masjid Salman ITB ini terlihat dari media sosialisasi kegiatan yang menggunakan surat seperti layaknya di lingkungan birokrat. Tak hanya itu saja. Manager dan pengurus yang hadir notabenenya menggunakan pakaian kemeja yang rapih dan hanya melihat-lihat kegiatan.
Hal ini, lanjut Direktur Salman Films ini, sangat jauh berbeda dengan budaya kerja bakti di Masjid Salman ITB 10 tahun silam. Ketika itu, media sosialisasi kerja bakti adalah berkumpul dengan para aktivis dan karyawan Salman ITB.
Tak hanya itu saja. Setiap unsur di Masjid Salman ITB pun ikut andil dalam kerja bakti membersihkan lingkungan Masjid Salman ITB.
Iqbal pun mengkomentari jenis pekerjaan yang diagendakan dalam kerja bakti ini yang menurutnya skalanya terlalu kecil. Bagaimanapun juga, membersihkan sekretariat seharusnya bisa dilakukan secara mandiri.
Lebih lanjut, Iqbal menuturkan bahwa pekerjaan yang cocok untuk dilakukan dengan kerja bakti adalah pekerjaan dengan skala besar seperti membersihkan lingkungan Masjid Salman ITB dan mengecat tembok masjid.





![Sekolah Pranikah Angkatan 14 [19 Februari 2012] Sekolah Pranikah Angkatan 14 [19 Februari 2012]](http://salmanitb.com/wp-content/uploads/2012/02/poster-SPN-50x50.jpg)


![Aksi Donor Darah dan Infaq Transfusi [10 Februari 2012] Aksi Donor Darah dan Infaq Transfusi [10 Februari 2012]](http://salmanitb.com/wp-content/uploads/2012/02/IMG_4265-50x50.jpg)

Sujiwo Tejo
Wednesday, 3 March 2010
Kepedulian kita kepada Salman memang sudah pudar, salah dua penyebanya adalah kurang rasa bersyukur dan rasa memiliki yang rendah. Dan yang paling menonjol adalah kurang eratnya antara karyawan dan aktivis serta pengurus (hare-hare we)
Agus Saparudin
Wednesday, 3 March 2010
Alahmdulilah, sebagai latihan untuk kembali memasyarakatkan kerja bakti dilingkungan YPM Salman ITB sudah dimulai. Saya keliling melihat dan memantau Alhamdulillah unit-unit aktivitas walaupun tidak “dahsyat” tapi minimal ada gerakan dan kesadaran…saya masih menunggu gerakan dan kesadaran dari lembaga-lembaga dan saudara-saudaraku yang belum sempat “ada gerakan dan kesadaran” di kompleks Masjid Salman bulan depan kita kerja bakti kembali. Ayo…semangat!
ikhwan
Wednesday, 3 March 2010
like dis lah utk kang iqbal, kang iqbal for ketua YPM lah…
perlu dinamisasi dan sedikit “liar”isasi di salman…heheeehehe…
aktivis gedung kayu
Wednesday, 3 March 2010
Semoga semangat bersih2 ini bisa terus dilanjutkan, malu kok di lingkungan masjid tidak tecermin nilai-nilai Islam tentang kebersihan?
Johansyah
Tuesday, 2 March 2010
Sebagai awal sy kira kegiatan ini sdh cukup memadai. Kerjabakti ini sebetulnya ditujukan dlm rangka kebersamaan. Kita mulai dengan hal kecil dulu, oleh diri sendiri, bukan hal yg muluk-muluk.
Sy diminta untuk menandatangani surat edaran dan membuka “acara” tersebut. Sy datang sekitar pkl 07.00, walau pd pkl 08.00, pagi itu sy harus menunggu tamu para peserta dan trainer Latihan Nalar Qur’an Ayat-ayat Semesta. Trainernya Dr Agus Purwanto yg datang dr Surabaya. Krn itulah pada pagi itu ssy hadir pakai kemeja yang rapi. Smg ini bisa menjelaskan.