Forum Filmmaker Pelajar Bandung (F2PB), salah satu unit kemahasiswaan di Salman, pada hari Sabtu, 27 Maret yang lalu, ikut serta dalam kampanye program ‘Earth Hour’ yang digagas oleh WWF. Dalam acara puncak yang digelar malam minggu tersebut, F2PB tidak hanya giat membagi-bagikan poster dan pin, tapi juga mengadakan live streaming di salah satu pusat keramaian di Dago.
Sebelumnya beberapa pekan yang lalu, F2PB juga telah mengumpulkan komunitas pelajar dan mahasiswa di Bandung dalam rangka sosialisasi program ini. Penempelan poster di seluruh pelosok kota Bandung sebagai bagian dari kampanye program ini juga telah dilakukan oleh para anggota F2PB jauh-jauh hari.
Menurut Ridla An-Nuur, koordinator F2PB, dukungan mereka atas program ‘Earth Hour’ adalah bukti kepedulian generasi muda atas isyu lingkungan yang telah mengglobal. Walaupun tergabung dalam organisasi film, Ridla dan teman-temannya ikut terpanggil untuk berkontribusi dalam usaha menyelamatkan bumi. F2PB bahkan pernah membuat film dokumenter tentang ‘Global Warming’ dan diikutsertakan dalam satu kompetisi film dokumenter di Jakarta.
Tentang ‘Earth Hour’
‘Earth Hour’ adalah salah sa
tu kampanye WWF, organisasi konservasi terbesar di dunia, berupa inisiatif global yang mengajak individu, praktisi bisnis, pemerintah, dan sektor publik lainnya di seluruh dunia untuk turut serta mematikan lampu (hanya) dalam 1 jam, pada hari Sabtu, 27 Maret 2010 pukul 20.30 – 21.30 (waktu setempat).
Earth Hour’ berawal dari kampanye kolaborasi antara WWF-Australia, Fairfax Media, dan Leo Burnett untuk kota Sydney, Australia, dengan tujuan mengurangi gas rumah kaca di kota tersebut sebanyak 5% pada tahun 2007. Keberhasilan kampanye ini diharapkan agar dapat diadopsi oleh masyarakat, komunitas, bisnis, serta pemerintah lain di seluruh dunia sehingga seluruh warga dunia dapat membantu menunjukkan bahwa sebuah aksi individu yang mudah sekalipun bila dilakukan secara massal akan membuat kehidupan kita di Bumi menjadi lebih baik.
Sukses Hemat Listrik
Progam ‘Earth Hour’ kali ini boleh dikatakan sukses. Ini terbukti dimana dalam satu jam tersebut telah mampu menghemat daya listrik di sistem Jawa Bali hingga 811 MW. Penghematan daya ini setara dengan menghemat biaya listrik sekitar Rp 580 juta. Pencapaian ini melampaui target WWF Indonesia yaitu dapat menghemat listrik sebesar 500 MW di Jawa dan Bali.
“Program ini terbukti secara signifikan menurunkan beban listrik Jawa Bali sebesar 811 MW atau jika dirupiahkan penghematannya sekitar Rp 580 juta,†ungkap Manajer Komunikasi korporat PT PLN (Persero), Bambang Dwiyanto.
Menurut Bambang, dengan adanya penurunan beban tersebut maka pembangkit listrik akan lebih sedikit membakar bahan bakar dan ini tentu saja akan mengurangi pemanasan global.  â€ÂJadi, potensi penghematan listrik cukup besar dalam mengurangi pemanasan, kata dia.
(Dari berbagai sumber)
![Pendaftaran Beasiswa Salman ITB periode Juli-Desember 2012 [1-13 Mei 2012] Pendaftaran Beasiswa Salman ITB periode Juli-Desember 2012 [1-13 Mei 2012]](http://salmanitb.com/wp-content/uploads/2012/05/poster-beasiswa-50x50.jpg)





![Pesantren Kilat PAS ITB: KETOPRAK (Kerajinan dan Teknologi Praktis) [24–29 Juni 2012] Pesantren Kilat PAS ITB: KETOPRAK (Kerajinan dan Teknologi Praktis) [24–29 Juni 2012]](http://salmanitb.com/wp-content/uploads/2012/05/ketoprak-logo-50x50.jpg)
![Pendaftaran Wali Adik PAS ITB [16 Mei - 7 Juni 2012] Pendaftaran Wali Adik PAS ITB [16 Mei - 7 Juni 2012]](http://salmanitb.com/wp-content/uploads/2012/05/ketoprak1-50x50.jpg)

