Eureka: Paras Baru Pembinaan Calon Pembina (PCP) Karisma ITB

Peserta Eureka terlihat asyik bermain di sela-sela materi.

Peserta Eureka terlihat asyik bermain di sela-sela materi.

Sebanyak 31 mahasiswa dari berbagai institusi pendidikan, Sabtu (6/3), mengikuti pembukaan Eureka (Pembinaan untuk Calon Pembina Karisma) di Aula Gedung SerbaGuna Salman ITB. Eureka sendiri merupakan istilah baru dalam pembinaan untuk pembina baru Karisma. Sebelumnya, pembinaan ini lebih dikenal dengan nama PCP (Pembinaan Calon Pembina) dari semester ke semester.

“Eureka ialah kata yang sering digunakan oleh ilmuwan ketika menemukan sesuatu yang menakjubkan. Dengan pengubahan istilah PCP ke Eureka diharapkan para calon pembina juga menemukan sesuatu yang menakjubkan dalam pembinaan ini sehingga mereka seolah-olah ingin berkata Eureka!” ujar Aditya Krishna Subagiyo, ketua pelaksana Eureka periode 29.2 ini.

Pembukaan kali ini seperti biasa diawali dengan tilawah, kemudian dilanjutkan dengan taujih (semacam tausiyah singkat) dari Kang Hasro yang merupakan Ketua Umum Karisma periode 27.

Selepas itu Jati Raharja, Ketua Umum Karisma berdiri di depan memberikan sambutannya kepada para calon pembina. Beliau menjelaskan bahwa mahasiswa itu memiliki tiga FPP (Fungsi Peran Posisi) yang utama. Pertama sebagai iron stock. Dalam ilmu teknik material, yang notabenenya merupakan jurusan perkuliahan Jati, iron stock merupakan barang-barang mentah yang akan diubah barang-barang jadi. Jati mengibaratkan bahwa kita ini adalah “barang-barang mentah” yang mendekati “barang yang sudah jadi”.  Yang kedua, sebagai agent of change. Sesuai dengan terjemahan bebasnya (agen perubahan), diharapkan mahasiswa dapat membuat dirinya berkualitas sehingga dapat merubah negeri ini ke arah yang lebih baik. FPP selanjutnya adalah mahasiswa sebagai guardian value yang memiliki peranan penting dalam menjaga nilai-nilai baik di negeri ini.

“Khususnya nilai-nilai Islam, karena Karisma ITB merupakan salah satu lembaga dakwah walaupun objeknya adalah remaja,” tuturnya.

Yang membuat pembukaan ini berbeda dari pembukaan-pembukaan sebelumnya adalah hadirnya Ketua YPM Salman, Syarif, sebagai pemateri mengenai sejarah Masjid Salman ITB. Hal itu diakui sebagai sebuah daya tarik oleh Desi Mustikasari, salah satu calon pembina Karisma yang mengikuti rangkaian acara. Namun mahasiswi Sastra Inggris UPI ini menyayangkan penyampaian beberapa pemateri yang menurutnya tidak jelas (suaranya) dan terkesan tergesa-gesa.

“Saya kan kebetulan duduk di belakang, makanya suara tidak terdengar. Apalagi waktu itu pematerinya tidak memakai speaker. Lalu ketika pemateri menuliskan sesuatu di whiteboard, spidolnya tipis, jadinya nggak kelihatan deh si pemateri mau nulis apa,” keluh Desi.

“Tapi secara keseluruhannya pembinaannya asyik kok. Insya Allah saya akan terus mengikuti pembinaan ini sampai selesai,” ujarnya mantap.

Target: 250 calon pembina

Keluarga Remaja Islam ITB, atau kerap disingkat Karisma ITB merupakan merupakan salah satu unit Masjid Salman ITB yang bergerak di bidang pembinaan remaja dan mahasiswa muslim serta lembaga pendidikan nonformal, dengan tujuan membentuk generasi Rabbani yang seimbang Iman, Ilmu, dan Amal serta mampu menjadi rahmat bagi sekalian alam. Unit yang berdiri semenjak  15 Maret 1981 ini acapkali mengadakan baik kegiatan insidental maupun kegiatan rutin bagi remaja-remaja sekota Bandung.

“Dari open recruitment yang daftar cukup banyak, ada sekitar 97 atau 99 orang. Tetapi yang datang ke pembukaannya hanya sepertiganya, sekitar 31 orang. Hal ini disebabkan karena ada beberapa universitas yang masih mengadakan kuliah dan acara vital di hari Sabtu,” beber Aditya.

Melihat jumlah peminat yang lumayan banyak, hampir mencapai angka seratus, Aditya mengatakan jumlah tersebut masih jauh dari target awal.

“Karisma ITB membutuhkan sekitar 250 calon pembina. Jumlah sebesar ini dibutuhkan karena Karisma ini jangkauan pembinaannya ialah remaja se-kota Bandung. Saya harap 250 calon pembina itu menjadi pembina sebenarnya yang senantiasa aktif di Karisma ini,” ungkap mahasiswa Astronomi ITB angkatan 2008 ini.

Untuk menjadi pembina Karisma ITB sendiri ada syaratnya. Calon pembina harus mengerti tentang Islam, komunikatif dengan remaja, serta tahu bagaimana caranya merangkul remaja agar mereka senantiasa tetap berada di dalam jalur yang seharusnya.

“Yah, syarat minimalnya yang penting calon pembina mau membina dan dibina. Anak SMP dan SMA itu gampang disulut. Tugas pembinalah yang menjaga mereka agar selalu berada di jalan yang tepat, sesuai dengan koridor Islam,” ujar Aditya.

  • Share/Bookmark