Malam Sabtu itu (6/3) gedung di pojokan Kompleks Balai Pengembangan Teknologi Pendidikan Jawa Barat masih ramai oleh celoteh dan derai tawa remaja. Rupanya para peserta Learning Camp sedang menunggu acara refreshing akhir pekan seusai weekend dinner. Kegiatan malam yang biasanya diisi dengan belajar mandiri, kali ini diselingi dengan acara nonton bareng.
Ketika “bioskop” siap, 200 adik SMA itu digiring masuk ke 3 studio yang telah dipersiapkan. Bukan studio sungguhan, hanya ruang kelas yang ditata ulang dengan format lesehan. Film diputar dari laptop. “Film yg ditonton bukan yang berat-berat karena tujuannya memang untuk refreshing. Ada Wall-E, Kartun Nabi Muhammad, National Treasure, Around The World in 80 days-nya Jackie Chan,” kata Eko Seti, koordinator non-akademik, menjelaskan.
Kegiatan akhir pekan tak berhenti sampai di situ. Hari Ahad diisi dengan jalan-jalan. Pekan ini mereka menjelajah Hutan Raya Dago Pakar sampai Maribaya untuk mengenal nuansa Kota Bandung yang hijau dan sejuk. TIdak sekadar jalan-jalan, sepanjang penjelajahan peserta menemui pos-pos outbond berisi permainan-permainan yang mendorong kerjasama tim.
Refreshment seperti ini memang rutin dilakukan tiap pekan. Minggu pertama, adik-adik peserta diajak mengunjungi ITB dan Galeri IPTEK Sasana Budaya Ganesha. Kunjungan tersebut dimaksudkan untuk mendapatkan feel ke-ITB-an. Minggu ketiga, sebelum penutupan berlangsung, rencananya adik-adik dari seluruh kabupaten Jawa Barat ini akan dibawa berwisata merasakan suasana Sunda dan kota tua Bandung.
Ada pula satu hal lain yang istimewa dari akhir pekan Learning Camp, yaitu pembagian handphone. Senin sampai Sabtu malam, peserta dilarang memegang handphone. Semua handphone wajib dititipkan kepada kakak pendamping. “Agak merepotkan karena membatasi komunikasi, tetapi ini agar tidak mengganggu konsentrasi belajar. Orang rumah juga sudah paham,” kata salah seorang peserta camp penuh kesadaran.
Malam itu, ketika handphone dibagikan, sebagian besar anak segera memainkan jarinya di atas keypad dengan lincah. Ada pula yang langsung menelpon orangtuanya dan bercerita penuh semangat mengenai kegiatan minggu itu, sepenggal kisah perjuangan masuk institut terbaik bangsa yang akan mereka kenang.


