Pembukaan Klub Kreatif Karisma ITB

Pembukaan Klub Kreatif. (Foto: Tristia R)

Pembukaan Klub Kreatif. (Foto: Tristia R)

Selasar hijau Masjid Salman ITB tampak dihidupkan dan disemarakkan oleh sejumlah aktivitas pada hari Minggu (21/03) silam. Selain Pembinaan Anak-Anak Salman ITB (PAS ITB) dengan kegiatan mentoring TK-nya yang dilaksanakan secara rutin di tempat yang tetap, kali ini Keluarga Remaja Islam Salman ITB (Karisma ITB) tak mau ketinggalan unjuk gigi. Divisi kreatif Karisma ITB kali ini mempersembahkan Pembukaan Klub Kreatif bagi adik-adik SMP dan SMA.

“Klub-klub kreatif ini baru dibentuk pada periode ini,” tutur Rino Ferdian, ketua divisi kreatif Karisma ITB periode 29.

Klub-klub kreatif di Karisma dikelompokkan ke dalam empat tim. Ada tim sains, yang terdiri dari Klub Kimia dan Astronomi. Ada tim seni, yang terdiri dari Klub Teater dan Klub Musik. Tim bahasa, di antaranya terdapat Klub Jepang, Klub Inggris, dan Klub Perancis. Dan yang terakhir adalah tim media, yang terdiri dari Klub Jurnalistik (Fun with Jurnalistik) dan Klub Pembuat Website.

“Khusus yang tim media, kami menetapkan waktu pendaftaran yang berbeda. Kami sudah membuka pendaftaran klub jurnalistik dari November kemarin. Sedangkan untuk klub website, kami rencanakan sebulan lagi untuk membuka pendaftaran, ” imbuh Rino.

Pria yang tercatat sebagai mahasiswa Teknik Elektro ITB 2007 ini lanjut mengatakan, pendaftaran untuk klub-klub kreatif ini tidak dipungut biaya alias gratis.

“Yah, kecuali untuk tim media. Karena tim media memerlukan perangkat-perangkat yang membutuhkan biaya.”

Untuk pemateri, divisi kreatif memutuskan untuk menggunakan sumber daya yang telah tersedia, yaitu kakak-kakak pembina itu sendiri.

“Ini bertujuan agar memberdayakan pembina-pembina Karisma. Sehingga sembari mengajarkan mereka dapat juga belajar,” ujar Rino.

Klub-klub yang tergabung dalam semua tim kecuali tim media masih membuka pendaftaran hingga 28 Maret 2010.

Kegiatan Minggu kemarin diisi dengan mengelompokan adik-adik berdasarkan klub dibimbing oleh kakak-kakak pembina yang telah ditentukan. Bersama kakak, adik-adik menentukan jadwal yang tepat untuk kegiatan-kegiatan klub selanjutnya. Selain itu ada pula special performance dari duo akustik permainan biola dan gitar yang ciamik anak-anak jalanan.

Gaya Friksi Statis

Pengamen cilik yang turut memeriahkan pembukaan Klub Kreatif. (Foto: Tristia R)

Pengamen cilik yang turut memeriahkan pembukaan Klub Kreatif. (Foto: Tristia R)

Melihat dari segi usia, divisi kreatif tergolong divisi yang “muda” di Karisma ITB. Divisi ini baru berdiri sedari dua tahun silam, tahun 2008.

“Divisi ini dibentuk dengan tujuan untuk melakukan pembinaan adik-adik SMP dan SMA melalui minat dan bakat mereka,” ujar Rino menjelaskan.

Rino juga menambahkan, divisi ini bertujuan untuk mengenalkan lingkungan masjid kepada adik-adik remaja yang acap kali disalahpersepsikan oleh adik-adik.

“Persepsi mereka pada kegiatan masjid kan paling hanya sekedar ceramah, ah ta’lim, ah mentoring. Padahal kan masjid juga bisa dijadikan sarana untuk mengekspresikan minat dan bakat mereka selama masih sesuai dengan koridor Islam.”

Divisi kreatif ini menurut Rino dapat dijadikan sebagai cara memperkenalkan nilai-nilai Islam secara unik kepada adik-adik remaja.

“Penerapannya sederhana saja. Setiap pertemuan kami haruslah diawali dengan basmalah, kemudian tilawah. Dan pada akhirnya ditutup dengan do’a,” ujar pria yang merupakan personil band N Stein ini. “Selain itu, kami sebagai pembina juga memperkenalkan nilai-nilai tersebut (Islam) melalui contoh. Jadi tidak secara langsung memberitahu mereka, lebih halus caranya.”

Ketika ditanya apakah ada hambatan berarti dalam persiapan pembukaan klub kreatif kali ini, Rino mengatakan karena kegiatan ini masih dibilang baru, jadi tidak ada acuan sama sekali tentang apa yang harus dilakukan.

“Kalau diibaratkan dalam dunia fisika, keadaannya bagaikan sedang ditimpa gaya friksi statis, f= µs.Fn, yaitu keadaan tanpa gaya yang terjadi pada benda yang masih berada di awal permulaan, belum mulai maju,” terang Rino.

Tetapi Rino optimis klub-klub kreatif ini dapat memberikan sesuatu yang positif kepada adik-adik remaja yang turut serta berkecimpung di dalamnya.

“Melalui klub-klub kreatif, adik-adik tentunya dapat berinteraksi dengan siswa-siswi dari sekolah lain. Selain itu kami dari klub-klub juga menawarkan sesuatu yang menarik seperti kunjungan ke berbagai komunitas di kota Bandung sesuai dengan bidang klub mereka,” simpul Rino.

3 Comments

  1. isil said:

    wah..
    makasih atas beritanya..
    amin..
    mudah2n klub-klub kreatif karisma ini, bisa menjadi jalan buat adik – adik untuk mengenal islam leboh dalam lagi…
    yang tentunya dengan cara yang kreatif..

*

*

Top