Bersyukur untuk Mencegah Musibah

Foto: hermansy.wordpress.com

Foto: hermansy.wordpress.com

Akhir-akhir ini bila kita memperhatikan segala kejadian yang terjadi di daerah Jawa Barat pada umumnya, atau mungkin di kota Bandung sendiri. Kita akan menemukan  banyak kejadian yang membuat orang jadi khawatir dan takut, terutama pada bencana alam. Misalnya saja, yang paling dekat adalah berita akan jebolnya bendungan Jatiluhur. Siapapun itu, terutama penduduk sekitarnya tentu sedang merasa sangat khawatir akan kondisi itu.

Padahal semua kejadian yang terjadi dan kita lihat ini, jikalau kita lihat kembali pada Al-Quran maka kita akan dapati keterangan bahwa itu semua karena ulah manusia sendiri.

Dan memang, bila diperhatikan yang namanya manusia di jaman sekarang tampaknya kurang memperhatikan, merasakan, menikmati dan mensyukuri segala pemberian dari Allah. Ketika kita manjadi kaya maka kekayaan itu hanya sebatas untuk kebanggaaan saja, begitupun kepintaran milik kita hanya membuat kita menjadi manusia arogan, dan ketika kita memiliki popularitas maka kita pun menjadi takabur. Kondisi ini jelas akan menjauhkan diri kita dari Allah, tidak menjadi mesra dengan Allah. Padahal Allah jelas-jelas sudah berkata bahwa manusia pada umumnya berada dalam kerugian.

“Demi masa. Sesungguhnya manusia itu benar-benar berada dalam kerugian, kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh dan nasehat-menasehati supaya mentaati kebenaran dan nasehat-menasehati supaya menetapi kesabaran.” (QS Al-Ashr : 1-3)

Apabila kita beriman bahwa Allah, maka kita akan meyakini bahwa Allah itu ada, Allah Maha Perkasa dan menatap setiap gerak gerik kita, tapi kenyataanya fakta membuktikan bahwa sekarang manusia itu sudah cuek-cuek saja pada Allah, kondisi ini diperparah dengan kenyataan bahwa pendidikan keimanan pada Allah dalam keluarga dan di sekolah sangat kurang.

Akhirnya kita akan mendapati bahwa jumlah orang muslim memang banyak di sekitar kita tapi dari keseluruhannya jumlah orang muslim yang beriman akan sedikit, apalagi bila kita memilah lagi, jumlah orang beriman banyak tapi yang bertakwa akan jauh lebih sedikit.

Padahal dalam sebuah hadis disebutkan bahwa akan ada orng-orang yang merasakan manisnya iman. Antara lain bila di dalam kehidupannya terdapat ketiga hal ini :

  • Allah dan Rasulnya lebih dia cintai dari benda-benda yang lain, sebagai contoh kecil misalnya bila kita seorang karyawan yang mendengar adzan, maka kita  harus memilih untuk meninggalkan pekerjaan dan berangkat salat atau tidak? Itu adalah salah satu indikator yang bisa kita lakukan untuk mengecek kadar kecintaan kita. Kita harus bekerja keras dalam mewujudkan hal yang ini karena Allah sudah mengatakan bahwa manusia memang memiliki kecenderungan untuk cinta pada manusia dan harta benda dan cenderung melupakan Allah dan Rasullullah.

“Dijadikan indah pada (pandangan) manusia kecintaan kepada apa-apa yang diingini, yaitu: Wanita-wanita, anak-anak, harta yang banyak dari jenis emas, perak, kuda pilihan, binatang-binatang ternak dan sawah ladang. Itulah kesenangan hidup di dunia; dan di sisi Allah-lah tempat kembali yang baik (surga).” (QS Ali Imran : 14)

  • Yang berikutnya adalah, bila kita mencintai seseorang, maka kita harus mencintainya karena Allah, bukan karena hal lain
  • dan yang ketiga adalah orang-orang yang merasa takut untuk kembali pada kekafiran seperti takutnya dia dimasukkan dalam neraka

Demikianlah tiga hal yang menjadi syarat seseorang merasakan manisnya keimanan, akhirnya bila keimanan itu sudah terasa maka kita akan merasakan kehadiran Allah dan akhirnya kita akan selalu bersyukur pada setiap pemberiannya. Lalu bila kita selalu bersyukur, semoga saja musibah-musibah itu tidak akan menimpa kita lagi.

Disarikan dari ceramah Jumat, 26 Maret 2010 oleh Prof. Dr. H. Sofyan Sauri

*

*

Top