PAS ITB Ikuti Pelatihan Picu Pacu

Sebanyak 12 kakak pembina Pembinaan Anak-Anak Salman ITB (PAS ITB), pada hari Sabtu, 20 Februari 2010, berkesempatan mengikuti Picu Pacu Training yang dipelopori oleh Kak Andi Yudha. Training ini diselenggarakan di Auditorium Indra Jati Sidi Gedung P4TK, Jalan Dr. Cipto, Bandung. Selain perwakilan dari PAS ITB, terdapat pula sejumlah guru dan praktisi dari berbagai institusi pendidikan.

Picu-Pacu Training merupakan sebuah kegiatan pelatihan yang bertujuan untuk melejitkan kreativitas para akademisi dalam melatih anak didik mereka. Kegiatan ini diadakan setiap tahunnya dan terdiri dari 2 kloter, tentu saja dengan Kak Andi Yudha sebagai trainer.

“Picu itu dapat dikatakan pemicu. Dan Pacu itu pemacu. Jadi training ini ditujukan untuk memicu dan memacu kreativitas kita,” jawab Kak Andi ketika terdapat salah satu peserta yang menanyakan makna dari istilah Picu-Pacu.

Metode pendekatan yang digunakan adalah metode Gerak, Suara, dan Gambar (GSG), yaitu metode pendekatan melalui aktivitas yang berupaya memicu dan memacu potensi-potensi kreatif bagi anak yang memiliki multiple intellegences (kecerdasan majemuk).

Selama training berlangsung, berbagai simulasi menarik dilakukan atas instruksi dari Kak Andi. Salah satunya ialah bagaimana cara membuat koran bekas, yang tiba-tiba sudah tersedia di bangku para peserta, menjadi sebuah hasta karya yang belum pernah Anda buat sebelumnya. Hasta karya dipresentasikan oleh beberapa peserta, dan harus menyanyikan sebuah lagu spontan yang berhubungan dengan hasta karya tersebut.

Hal menarik lainnya yang peserta pelajari ialah bagaimana caranya menggambarkan sesuatu dengan cara yang unik tetapi dapat dimengerti oleh anak-anak. Pria yang memiliki kumis khas ini tidak mementingkan kalau kita harus jago gambar, tetapi kita harus jeli dalam melihat ciri-ciri khas dari benda yang akan kita gambarkan.

Contohnya untuk menggambar gajah, yang harus kita perhatikan ialah ciri khasnya yaitu berupa belalai panjang dan telinga yang lebar. Untuk menggambar seekor tokek, yang harus ditekankan dalam gambar yang akan kita buat ialah kepala yang besar dan keempat kakinya yang besar dan memiliki struktur yang sedikit bergelombang.

Kakak-kakak pembina dari PAS ITB sendiri tampak antusias mengikutinya. Hal ini dibuktikan dengan partisipasi para peserta ketika Kak Andi memberi peserta untuk “bermain” di depan, beberapa kakak pembina mengiyakannya dan maju ke depan.

“Acaranya menarik banget, bener-bener bikin kita terpacu untuk semakin kreatif. Saya berharap agar publikasi acara ini lebih gencar dan lebih luas lagi, biar semakin banyak orang, khususnya guru Indonesia yang semakin mengembangkan kreativitasnya,” ujar Kak Veni, salah satu kakak pembina PAS yang mengikuti rangkaian acara Picu Pacu Training.

Semoga saja dengan dikirimkannya kakak-kakak pembina PAS ITB ke acara ini, adik-adik akan semakin cerdas dan kreatif karena dibimbing oleh kakak-kakak yang tidak akan pernah habis dengan persediaan ide.

About author
Berusaha memberdaya, bukan diperdaya.
Submit your comment

Please enter your name

Your name is required

Please enter a valid email address

An email address is required

Please enter your message

Masjid Salman ITB © 2012 All Rights Reserved

Developed by Onnay Okheng.