Untuk mengasah kepekaan kita terhadap lingkungan, tidak perlu mengikuti banyak kegiatan sosial dan kemahasiswaan. Cukup belajar jurnalistik, maka kita akan menjadi peka. Baik peka terhadap orang-orang di sekitar kita, maupun peka terhadap lingkungan fisik kita.
Demikian dikatakan Budhiana Kartawijaya, Wakil Sekretaris Bidang Humas dan Media YPM Salman ITB, ketika memberikan materi jurnalistik dalam program Salman Media Volunteer (SMV) pada hari Sabtu, 13 Februari 2010 di ruang Humas dan Media Salman.
Lebih lanjut, Budhiana menyampaikan bahwa dengan jurnalistik, kita akan terbiasa bertanya dan menggali hal-hal yang ada di sekitar kita. Wapemred HU Pikiran Rakyat Bandung ini mencontohkan dengan pedagang bubur kacang yang selalu mangkal setiap Sabtu pagi di Masjid Salman ITB.
“Ada yang tahu, siapa pedagang bubur kacang itu? Anda tahu? ,” tanya Budhiana ke peserta program SMV. Lebih lanjut, Budhiana menyampaikan bahwa kita tidak pernah sadar akan keberadaan orang-orang yang mewarnai hidup kita.
“Nah, dengan jurnalistik, kita diajak peka dengan segala hal yang mewarnai hari-hari kita,” tandas pria kelahiran Bandung 44 tahun silam. Budhiana juga menambahkan, bahwa jurnalistik adalah ilmu tentang manusia. Beliau berharap, nilai-nilai humanisme dalam diri kita dapat tergali dengan maksimal setelah kita belajar dan menerapkan jurnalistik.
Salman Media Volunteer (SMV) sendiri merupakan program yang diluncurkan divisi Humas dan Media YPM Salman ITB untuk menciptakan jurnalis-jurnalis yang Islami di lingkungan Salman ITB. Peserta program ini merupakan mahasiswa dari beberapa perguruan tinggi di Bandung yang telah melewati proses seleksi yang dilakukan pihak Salman ITB.
Program SMV akan berlangsung selama 6 bulan lamanya. Selama mengikuti program ini, peserta kegiatan akan diberikan materi-materi jurnalistik dari beberapa jurnalis Bandung serta kunjungan ke beberapa media massa di Bandung. Tak hanya itu saja. Peserta akan langsung mempraktekan ilmu kejurnalistikannya melalui situs Masjid Salman ITB.
Tambah Konten Islam di Internet
Dalam pemaparannya selama 1 jam di hadapan peserta SMV, Budhiana Kartawijaya berharap program ini dapat menambah konten-konten Islam di Internet. Bagaimanapun juga, konten-konten Islam berbahasa Indonesia di internet masih sangat sedikit.
Selain itu, dengan meningkatnya jumlah konten Islam di internet, bisa merubah pandangan masyarakat non-muslim terhadap Islam. Karena saat ini Islam dipandang sebagai agama yang keras. Pandangan ini muncul lantaran informasi tentang Islam banyak merujuk ke Timur Tengah yang notabenenya sedang dalam keadaan perang. “Sehingga Islamnya pun terlihat keras,” jelas Budhiana.
Budhiana berharap, dengan semakin banyaknya konten Islam yang diproduksi Masjid Salman ITB, ada alternatif rujukan penilaian orang barat terhadap Islam, yaitu ke Indonesia. Sehingga pandangan masyarakat non-muslim terhadap Islam berubah. “Ternyata, Islam itu damai, yah. Seperti di Indonesia,” angan Budhiana.


![Pendaftaran Beasiswa Salman ITB periode Juli-Desember 2012 [1-13 Mei 2012] Pendaftaran Beasiswa Salman ITB periode Juli-Desember 2012 [1-13 Mei 2012]](http://salmanitb.com/wp-content/uploads/2012/05/poster-beasiswa-50x50.jpg)





![Pesantren Kilat PAS ITB: KETOPRAK (Kerajinan dan Teknologi Praktis) [24–29 Juni 2012] Pesantren Kilat PAS ITB: KETOPRAK (Kerajinan dan Teknologi Praktis) [24–29 Juni 2012]](http://salmanitb.com/wp-content/uploads/2012/05/ketoprak-logo-50x50.jpg)
![Pendaftaran Wali Adik PAS ITB [16 Mei - 7 Juni 2012] Pendaftaran Wali Adik PAS ITB [16 Mei - 7 Juni 2012]](http://salmanitb.com/wp-content/uploads/2012/05/ketoprak1-50x50.jpg)

