<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
		>
<channel>
	<title>Comments on: Implementasi Ekonomi Islam Bidang Produksi di Era Umar bin Khattab</title>
	<atom:link href="http://salmanitb.com/2010/02/implementasi-ekonomi-islam-bidang-produksi-di-era-umar-bin-khattab/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://salmanitb.com/2010/02/implementasi-ekonomi-islam-bidang-produksi-di-era-umar-bin-khattab/</link>
	<description>Menuju Masyarakat Informasi Islami</description>
	<lastBuildDate>Wed, 16 May 2012 11:56:32 +0000</lastBuildDate>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.3.2</generator>
	<item>
		<title>By: Satria Iman Pribadi</title>
		<link>http://salmanitb.com/2010/02/implementasi-ekonomi-islam-bidang-produksi-di-era-umar-bin-khattab/comment-page-1/#comment-1080</link>
		<dc:creator>Satria Iman Pribadi</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 01 Dec 2010 16:23:25 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://salmanitb.com/?p=1468#comment-1080</guid>
		<description>Assalamu&#039;alaikum w.w. Yang jarang diangkat orang atau belum jadi fokus perhatian para peneliti Islam adalah: &quot;Untuk apa kita pergunakan hasil produksi atau keuntungan produksi tersebut?&quot; dalam tulisan di atas juga tidak ada. &quot;Kemudian berapa jumlah keuntungan yang harus diperoleh?&quot;. Atau biarlah rugi?. Atau hasil dan keuntungan tidak penting?.

Dalam Islam ada banyak dasar yang seharusnya jadi patokan untuk mengukur hasil keuntungan  minimal. 

1. Nilai hasil minimal adalah kita harus berusaha sampai mampu bayar zakat. Jumlah ayat menyuruh bayar zakat sangat banyak dan umumnya beriringan dengan perintah sholat. jadi jika kita berusaha dan belum sampai senisab sehingga bisa bayar zakat, maka kita mengabaikan kesempatan menjalankan perintah utama setelah sholat, yaitu bayar zakat.

2. Rukun Islam ke 5 adalah naik haji. walaupun ada yg naik haji karena hadiah, tapi pada dasarnya kita masing-masing harus siapkan dana untuk haji. Kita harus punya penghasilan sehingga sanggup pergi haji suami istri tanpa pulang dengan miskin (setelah jual semua barang, termasuk rumah atau berhutang). 

3. Dalam Al-Quran kita diperintah memelihara anak yatim dan memberi makan fakir miskin. banyak perintah senada dalam al-Quran. Kalau kita ingin memenuhi perintah al-Quran, kita harus membuat diri kita mampu memberi makan fakir miskin dan memelihara anak yatim dengan layak. bukan asal pelihara dan kita jadi pengemis atau miskin dan anak yatim tersebut diajak mengemis atau bekerja untuk mambantu kita memenuhi kehidupan sehari-hari.

4. Dalam hadits Nabi, diperintahkan kita untuk memisahkan kamar anak laki-laki dan anak perempuan jika sudah mendekati remaja. Makna perintah ini adalah Pertama kita harus punya rumah, kemudian Kedua kita harus punya rumah minimal 3 kamar, utk suami istri, anak laki2, dan kamar anak perempuan. Berapa harga rumah dengan 3 kamar tersebut?. Sudahkan kita punya?, kalau belum, kita belum menjalankan Sunnah Nabi yang penting. karena kalau sampai bercampur kamar anak remaja laki, perempuan, apalagi juga orang tua, maka celakalah kita soal hijab dan persoalan pendidikan seksual yang tidak sesuai sunnah nabi. Kita bisa merusak anak kita. jadi kita harus punya penghasilan yg sanggup beli rumah dgn minimal 3 kamar (kalau punya anak laki dan perempuan, kecuali tidak punya anak, ya minimal 1 kamar boleh, dengan asumjsi kalau ada famili tidur di ruang tamu atau ganti kita g di ruang tamu). Ini adalah Sunnah Nabi yang penting.

5. Kalau kita ingin hidup sesuai Sunnah Nabi dan para sahabat, maka mereka rata-rata punya kuda atau unta, malah sampai beberapa ekor. Minimal ada 1 untuk kendaraan. Nah kalau dianalogikan, maka setidaknya kita harus punya kendaraan setara Kijang atau avanza, atau Xenia mungkin. Rasulullah memakai unta terbaik. jadi boleh pemimpin pakai mobil setara Mercy. Kalau tidak atau belum, kita belum setara kualitas Umar ra. Usman ra, dll umumnya sahabat utama.

6. Perintah menuntut ilmu sangat banyak di dalam al-Quran. Dibanding perintah memakai jilbab hanya 2 ayat. Kalau urusan jilbab kita patuhi, maka menuntut ilmu setinggi mungkin bagi anak kita harus kita upayakan juga. Untuk kuliah sekarang mahal. Beasiswa adalah pengecualian dan pengistimewaan. Standard umum adalah kita mampu membiayai anak kita kuliah (kalau perlu sampai ke ITB). nah berapa biaya masuk ITB umumnya sekarang?. Mayoritas (80%) puluhan juta, dan hanya 20% kalau tidak salah yg ikut UMPTN normal dgn biaya murah. Penghasilan kita harus cukup utk itu (ukuran standard normal).

7. Jika Perang, para sahabat biasa sumbang beberapa ekor kuda atau unta, malah ada yang ratusan unta. Jadi umumnya para sahabat dekat Nabi adalah orang yang mampu menyumbang setara beberapa buah mobil kijang atau avanza, jadi biasa siap menyumbang beberapa ratus juta. 

Jadi Nabi dan para sahabat adalah generasi yang kuat secara ekonomi, sehat secara fisik dengan makan gizi yg sehat sehingga kuat dalam berperang. Nabi dan para sahabat bukan org yang miskin dan berfisik lemah badan kurus kering. Dalam banyak perang tanding, hampir selalu menang, karena badan kuat, terampil dan terlatih, serta punya semangat dan keimanan kuat. Itulah sahabat nabi yg utama.

Nah kita mau meniru sahabat nabi yg utama atau beberapa orang yg miskin dan lemah secara fisik?. Para sahabat umumnya banyak yg konglomerat yang kafilahnya kalau berjalan dengan membawa harta dengan jumlah puluhan, ratusan, bahkan bisa lebih seribu ekor unta.

Kemudian baru persoalan kedua adalah benarkan hasil lebih yg didapat (tentunya secara halal) diperuntukkan sesuai perintah Allah seperti disebutkan di atas?. Kita malah sering hasil sedikit malah sering berfoya-foya, bukan mengalokasikan dana untuk hal produktif menciptakan lapangan kerja, membantu orang yg kesusahan, dan membantu perekonomian ummat (bagi yg sudah melebihi kecukupan dasar untuk pribadi dan keluarga), mambantu sesama saudara muslim seperjuangan (sesama dari Salman dulu misalnya), mencerdaskan ummat dan generasi baru, dll.

Semoga menjadi pemikiran

Wassalamu&#039;alaikum w.w.
Satria Iman Pribadi</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Assalamu&#8217;alaikum w.w. Yang jarang diangkat orang atau belum jadi fokus perhatian para peneliti Islam adalah: &#8220;Untuk apa kita pergunakan hasil produksi atau keuntungan produksi tersebut?&#8221; dalam tulisan di atas juga tidak ada. &#8220;Kemudian berapa jumlah keuntungan yang harus diperoleh?&#8221;. Atau biarlah rugi?. Atau hasil dan keuntungan tidak penting?.</p>
<p>Dalam Islam ada banyak dasar yang seharusnya jadi patokan untuk mengukur hasil keuntungan  minimal. </p>
<p>1. Nilai hasil minimal adalah kita harus berusaha sampai mampu bayar zakat. Jumlah ayat menyuruh bayar zakat sangat banyak dan umumnya beriringan dengan perintah sholat. jadi jika kita berusaha dan belum sampai senisab sehingga bisa bayar zakat, maka kita mengabaikan kesempatan menjalankan perintah utama setelah sholat, yaitu bayar zakat.</p>
<p>2. Rukun Islam ke 5 adalah naik haji. walaupun ada yg naik haji karena hadiah, tapi pada dasarnya kita masing-masing harus siapkan dana untuk haji. Kita harus punya penghasilan sehingga sanggup pergi haji suami istri tanpa pulang dengan miskin (setelah jual semua barang, termasuk rumah atau berhutang). </p>
<p>3. Dalam Al-Quran kita diperintah memelihara anak yatim dan memberi makan fakir miskin. banyak perintah senada dalam al-Quran. Kalau kita ingin memenuhi perintah al-Quran, kita harus membuat diri kita mampu memberi makan fakir miskin dan memelihara anak yatim dengan layak. bukan asal pelihara dan kita jadi pengemis atau miskin dan anak yatim tersebut diajak mengemis atau bekerja untuk mambantu kita memenuhi kehidupan sehari-hari.</p>
<p>4. Dalam hadits Nabi, diperintahkan kita untuk memisahkan kamar anak laki-laki dan anak perempuan jika sudah mendekati remaja. Makna perintah ini adalah Pertama kita harus punya rumah, kemudian Kedua kita harus punya rumah minimal 3 kamar, utk suami istri, anak laki2, dan kamar anak perempuan. Berapa harga rumah dengan 3 kamar tersebut?. Sudahkan kita punya?, kalau belum, kita belum menjalankan Sunnah Nabi yang penting. karena kalau sampai bercampur kamar anak remaja laki, perempuan, apalagi juga orang tua, maka celakalah kita soal hijab dan persoalan pendidikan seksual yang tidak sesuai sunnah nabi. Kita bisa merusak anak kita. jadi kita harus punya penghasilan yg sanggup beli rumah dgn minimal 3 kamar (kalau punya anak laki dan perempuan, kecuali tidak punya anak, ya minimal 1 kamar boleh, dengan asumjsi kalau ada famili tidur di ruang tamu atau ganti kita g di ruang tamu). Ini adalah Sunnah Nabi yang penting.</p>
<p>5. Kalau kita ingin hidup sesuai Sunnah Nabi dan para sahabat, maka mereka rata-rata punya kuda atau unta, malah sampai beberapa ekor. Minimal ada 1 untuk kendaraan. Nah kalau dianalogikan, maka setidaknya kita harus punya kendaraan setara Kijang atau avanza, atau Xenia mungkin. Rasulullah memakai unta terbaik. jadi boleh pemimpin pakai mobil setara Mercy. Kalau tidak atau belum, kita belum setara kualitas Umar ra. Usman ra, dll umumnya sahabat utama.</p>
<p>6. Perintah menuntut ilmu sangat banyak di dalam al-Quran. Dibanding perintah memakai jilbab hanya 2 ayat. Kalau urusan jilbab kita patuhi, maka menuntut ilmu setinggi mungkin bagi anak kita harus kita upayakan juga. Untuk kuliah sekarang mahal. Beasiswa adalah pengecualian dan pengistimewaan. Standard umum adalah kita mampu membiayai anak kita kuliah (kalau perlu sampai ke ITB). nah berapa biaya masuk ITB umumnya sekarang?. Mayoritas (80%) puluhan juta, dan hanya 20% kalau tidak salah yg ikut UMPTN normal dgn biaya murah. Penghasilan kita harus cukup utk itu (ukuran standard normal).</p>
<p>7. Jika Perang, para sahabat biasa sumbang beberapa ekor kuda atau unta, malah ada yang ratusan unta. Jadi umumnya para sahabat dekat Nabi adalah orang yang mampu menyumbang setara beberapa buah mobil kijang atau avanza, jadi biasa siap menyumbang beberapa ratus juta. </p>
<p>Jadi Nabi dan para sahabat adalah generasi yang kuat secara ekonomi, sehat secara fisik dengan makan gizi yg sehat sehingga kuat dalam berperang. Nabi dan para sahabat bukan org yang miskin dan berfisik lemah badan kurus kering. Dalam banyak perang tanding, hampir selalu menang, karena badan kuat, terampil dan terlatih, serta punya semangat dan keimanan kuat. Itulah sahabat nabi yg utama.</p>
<p>Nah kita mau meniru sahabat nabi yg utama atau beberapa orang yg miskin dan lemah secara fisik?. Para sahabat umumnya banyak yg konglomerat yang kafilahnya kalau berjalan dengan membawa harta dengan jumlah puluhan, ratusan, bahkan bisa lebih seribu ekor unta.</p>
<p>Kemudian baru persoalan kedua adalah benarkan hasil lebih yg didapat (tentunya secara halal) diperuntukkan sesuai perintah Allah seperti disebutkan di atas?. Kita malah sering hasil sedikit malah sering berfoya-foya, bukan mengalokasikan dana untuk hal produktif menciptakan lapangan kerja, membantu orang yg kesusahan, dan membantu perekonomian ummat (bagi yg sudah melebihi kecukupan dasar untuk pribadi dan keluarga), mambantu sesama saudara muslim seperjuangan (sesama dari Salman dulu misalnya), mencerdaskan ummat dan generasi baru, dll.</p>
<p>Semoga menjadi pemikiran</p>
<p>Wassalamu&#8217;alaikum w.w.<br />
Satria Iman Pribadi</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Johansyah</title>
		<link>http://salmanitb.com/2010/02/implementasi-ekonomi-islam-bidang-produksi-di-era-umar-bin-khattab/comment-page-1/#comment-137</link>
		<dc:creator>Johansyah</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 26 Feb 2010 03:06:57 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://salmanitb.com/?p=1468#comment-137</guid>
		<description>Masyarakat belum yakin betul bahwa sistem ekonomi syariah adalah yang terbaik. Tantangan untuk sosialisasinya. Selain itu, pemahamanan tentang ekonomi syariah masih terbatas pada &quot;bank syariah&quot;.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Masyarakat belum yakin betul bahwa sistem ekonomi syariah adalah yang terbaik. Tantangan untuk sosialisasinya. Selain itu, pemahamanan tentang ekonomi syariah masih terbatas pada &#8220;bank syariah&#8221;.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>

<!-- Performance optimized by W3 Total Cache. Learn more: http://www.w3-edge.com/wordpress-plugins/

Minified using disk: basic
Page Caching using disk: enhanced

Served from: salmanitb.com @ 2012-05-22 12:55:00 -->
