Prof. Dr. Akhmaloka akhirnya dilantik menjadi Rektor Institut Teknologi Bandung (ITB) tahun 2010 – 2014 pada hari Jumat, 29 Januari 2010 di Aula Barat, ITB. Pria kelahiran Cirebon, 1 Februari 1961 ini, menggantikan Prof. Dr. Joko Santoso, Rektor sebelumnya. Akhmaloka sendiri terpilih menjadi rektor ITB dalam Rapat Pleno Majelis Wali Amanat ITB pada 23 November 2009 lalu. Sebelumnya, beliau menjabat sebagai Dekan FMIPA ITB sejak tahun 2006.
Dalam keterangannya kepada wartawan, Akhmaloka bertekad untuk berinovasi dalam produk-produk yang dapat diaplikasikan untuk kebutuhan masyarakat Indonesia. Beliau menyebutnya sebagai teknologi mutakhir dengan rasa Indonesia. Akhmaloka menuturkan, ITB menghabiskan 80 persen aktivitasnya dengan. Sedangkan sisanya, sekitar 20 persen, adalah aplikasi dan kegiatan lainnya.
Beliau mengharapkan antara penelitian dan aplikasi bisa seimbang. Meskipun begitu, penelitian tetap hal yang diutamakan. Karena dengan memperkuat penelitian, lebih mudah berinovasi.
Terobosan dan Perubahan Besar
Sementara itu, Yani Panigoro dalam sambutannya mengharapkan Akhmaloka berani melakukan terobosan dan perubahan besar dan meraih penghargaan tertinggi di dunia akademik. Menurut dia, ITB juga harus terus berkiprah untuk negeri ini dengan memberikan sumbangan nyata di dunia industri dan masyarakat. Rektor baru juga diharapkan menggali potensi terbaik civitas akademika ITB dan membangun mimpi besar untuk meraih prestasi di tingkat dunia.
Harapan senada juga disampaikan Bambang Sutjiatmo, Guru Besar Teknik Mesin ITB. Beliau meyakini bahwa sosok Akhmaloka adalah seorang pemimpin yang siap membawa angin positif bagi ITB. Dengan dilantiknya Akhmaloka yang belum genap berusia 49 tahun sebagai rektor baru ITB, diharapkan menjadi salah satu langkah untuk membuat perubahan.
Lebih lanjut, Bambang menilai, Akhmaloka adalah seorang intelektual muda yang diyakininya dapat membawa angin perubahan yang lebih baik. Terlebih lagi, proses penyaringan yang dilakukan Majelis Wali Amanat (MWA) sudah menyatakan bahwa Akhmaloka adalah yang terbaik dari yang baik.
Dalam paparan kerja  yang pernah ditulis Akhmaloka saat masih berkampanye sebagai calon rektor, dia menyatakan bahwa prioritas ke depan harus diberikan pada pengembangan kiprah ITB, baik tingkat lokal, nasional maupun internasional. Hal ini sesuai dengan visi dan misi ITB di area core competencies ITB, yaitu di bidang akademik. Sebagai konsekuensinya, sangatlah tepat apabila 4 tahun ke depan, pengembangan ITB diprioritaskan sebagai universitas riset dan inovasi dengan sistem manajemen terdesentralisasi, yang dilengkapi dengan monitoring kuat. Sehingga diharapkan akan membawa ITB menjadi institusi unggul kebanggaan dan menyenangkan bagi anggota komunitasnya.







![Seminar Pendidikan: “Menjadi Manusia yang Berkarakter Juara dan Bahagia” [28 Februari 2012] Seminar Pendidikan: “Menjadi Manusia yang Berkarakter Juara dan Bahagia” [28 Februari 2012]](http://salmanitb.com/wp-content/uploads/2012/02/340230_3124018710091_1553337255_2931094_732637610_o-50x50.jpg)


![Penerimaan Adik Baru PAS (Pembinaan Anak-anak Salman) ITB Semester 56 [5 Februari 2012] Penerimaan Adik Baru PAS (Pembinaan Anak-anak Salman) ITB Semester 56 [5 Februari 2012]](http://salmanitb.com/wp-content/uploads/2012/02/CFD-50x50.jpg)