Sekolah Pra Nikah, Didik Masyarakat Arti Pernikahan Sesungguhnya

SPN 7Dalam Islam, tujuan menikah tiada lain untuk menggapai keluarga yang sakinah, mawaddah, wa rahmah. Namun, dari sekian banyak pasangan yang menikah, hanya sedikit pasangan yang mampu menggapai tujuan tersebut. Hal ini disebabkan masih sedikitnya pasangan yang mengerti konsep sesungguhnya dari menikah.

Demikian disampaikan oleh Asep Zaenal Ausop pada pembukaan Sekolah Pra Nikah (SPN) angkatan 7 hari Sabtu, 3 Oktober 2009 lalu. Kegiatan yang diikuti oleh 150 orang ini, resmi dibuka dan akan berlangsung hingga 10 minggu ke depan.

Gantina Rachmaputri, Manajer Lembaga Muslimah Salman (LMS) ITB, menyampaikan bahwa kegiatan ini bertujuan mendidik masyarakat untuk mengerti konsep sesungguhnya dari menikah. Bagaimanapun juga, masih banyak masyarakat yang menghadapi kesulitan ketika menjalani kehidupan rumah tangga.

Gantina mencontohkan dengan beberapa peserta yang telah menikah dan mengikuti SPN. Beberapa diantaranya, mengaku memiliki masalah dalam berumah tangga, seperti sulit berkomunikasi dengan pasangan. Hal inilah yang coba dipecahkan dalam SPN.

Dalam SPN, peserta akan dibekali ilmu yang diperlukan dalam mengarungi bahtera pernikahan seperti: hak dan kewajiban dalam rumah tangga, psikologi suami-isteri, kesehatan, manajemen keuangan, dan problematika rumah tangga. Bahkan, khusus untuk SPN 7, ditambahkan juga materi hukum pernikahan menurut Islam dan negara. Hal ini sesuai dengan permintaan dari peserta SPN sebelumnya.

Fasilitas Mencari Jodoh

Selain mendapatkan ilmu untuk mengarungi bahtera rumah tangga, selaras dengan program SPN, LMS juga menyediakan fasilitas mencari jodoh. Melalui Biro Ta’aruf, mereka yang masih lajang, akan disediakan fasilitas untuk berkonsultasi dan menemukan siapa pasangan yang diidam-idamkannya selama ini.

Caranya pun cukup mudah, yaitu dengan mengirimkan biodata diri beserta foto dan kriteria pasangan yang diinginkan. LMS, melalui Biro Ta’aruf, akan mencocokkan biodata yang masuk melalui kriteria-kriteria pasangan yang diinginkan. Bila pasangan yang disarankan cocok, para peserta akan difasilitasi oleh fasilitator untuk saling mengenal dan melangkah ke jenjang pernikahan.

Gantina menuturkan, awalnya program ini hanya tersedia bagi peserta SPN saja. Namun, karena tingginya minat orang-orang, akhirnya Biro Ta’aruf juga dibuka untuk umum.

Dikembangkan di Daerah

Melihat cukup suksesnya SPN, Gantina berharap SPN bisa dikembangkan di daerah-daerah lain di Indonesia. Gantina mengakui, saat ini ada beberapa daerah yang sudah mengajukan untuk membuka kelas SPN dengan pengajaran dilakukan secara online melalui video streaming.

Namun, lantaran keterbatasan fasilitas, hal ini belum mampu diwujudkan dalam waktu dekat. “Mudah-mudahan ada yang bisa membantu mewujudkan program ini secepatnya,” tutur Gantina penuh harap.

  • Share/Bookmark