Selama musim panas empat tahun terakhir ini, saya berkesempatan tinggal di Osaka, Jepang, selama sekurang-kurangnya satu bulan. Kegiatan utamanya adalah penelitian di bidang teknik fisika di kampus Suita, Universitas Osaka, Jepang. Di luar kesibukan di laboratorium rancang bangun materi komputasional, saya gunakan untuk mengikuti sejumlah kegiatan keislaman untuk mengenal aktivitas umat Islam di sekitar Osaka dan Kobe. Memang saya tidak sempat melakukan pengamatan mendalam mengenai hal ini karena keterbatasan waktu. Oleh karena itu, tulisan ini juga hanya bersifat pengamatan sekilas.
Saya beruntung mempunyai kegiatan di Jepang yang dilakukan di kampus yang mempunyai masjid di dalamnya. Dengan demikian, shalat berjamaah di awal waktu selama berada di kampus, menjadi hal yang mudah untuk dilakukan. Masjid di kampus Suita Universitas Osaka memang hanya berupa suatu ruangan. Namun ruangan ini didedikasikan untuk kegiatan shalat. Dengan demikian, segala yang diperlukan untuk shalat, telah tersedia, seperti tempat berwudhu, karpet shalat, dan Aquran serta kompilasi hadist Rasul. Shalat dzuhur merupakan shalat berjamaah yang paling penuh jamaahnya. Sebagian besar merupakan mahasiswa non-Jepang. Tidak ada imam tetap. Imamnya adalah mereka yang dianggap paling senior atau bergantian di antara jamaah tetap shalat berjamaah.
Selain shalat berjamaah dzuhur sampai isya, kegiatan rutin di masjid kampus Suita adalah membaca hadist Rasul. Kegiatan ini diselenggarakan setiap hari dan dilakukan setelah shalat asar berjamaah. Umumnya, hadist dibaca oleh imam shalat atau oleh kawan-kawan dari Timur Tengah yang fasih berbahasa Arab. Shahih Bukhari – Muslim yang digunakan dan dibaca dari halaman pertama dan berurutan, tidak ada yang terlewatkan. Hadist hanya dibaca saja, baik teks asli maupun terjemah bahasa Inggrisnya serta tidak ada diskusi. Begitu pembacaan selesai, umumnya jamaah langsung bubar dan kembali ke laboratorium atau kelas masing-masing.
Pada umumnya jamaah shalat, sangat sedikit yang tidak berjamaah. Oleh karena itu, masjid ramai hanya menjelang dan seusai shalat berjamaah. Di luar waktu itu, masjid kosong. Bahkan jalanan di kampus pun kosong. Kebanyakan kegiatan berpusat kembali di laboratorium atau kelas.
Kira-kira 4 Km dari kampus, ada sebuah masjid di tengah-tengah perumahan penduduk. Masjid ini sekaligus menjadi pusat kegiatan umat Islam di Osaka, khususnya di wilayah Suita. Bangunannya semula adalah rumah tinggal yang kemudian dibeli oleh komunitas Muslim di sana dan diubah menjadi masjid. Di sini shalat lima waktu ditegakkan, termasuk shalat subuh. Kegiatan pengajian juga diselenggarakan secara rutin. Masjid ini relatif baru.
Satu jam dari kampus Universitas Osaka dengan menggunakan kereta, terdapat masjid Kobe yang terletak di kota Kobe. Masjid Kobe yang telah berdiri sejak tahun 1930-an terbilang unik. Di samping telah berusia relatif tua, masjid ini juga merekam peristiwa dahsyat pemboman sekutu pada perang dunia kedua. Terekam dalam foto spektakuler mengenai kehancuran seluruh kota Kobe, kecuali masjid ini. Seluruh bangunan di sekitar masjid luluh lantak oleh pemboman sekutu. Namun sungguh ajaib, masjid Kobe ini masih utuh, tegak di tengah-tengah reruntuhan.
Masjid Kobe yang bersejarah itu mempunyai kegiatan keagamaan yang rutin dan terstruktur. Kegiatan pendidikan untuk anak-anak dan keluarga muslim di sekitar Kobe dan Osaka, diselenggarakan pada hari Sabtu dan Ahad. Masjid ini mempunyai imam tetap dan sudah barang tentu menyelenggarakan shalat wajib berjamaah yang lima waktu. Bangunannya khas masjid, lengkap dengan menara dan kubah, sehingga mudah dikenali. Terletak di wilayah pusat kota Kobe, sehingga relatif mudah dicapai, hanya beberapa ratus meter dari setasiun kereta api.






![Seminar Pendidikan: “Menjadi Manusia yang Berkarakter Juara dan Bahagia” [28 Februari 2012] Seminar Pendidikan: “Menjadi Manusia yang Berkarakter Juara dan Bahagia” [28 Februari 2012]](http://salmanitb.com/wp-content/uploads/2012/02/340230_3124018710091_1553337255_2931094_732637610_o-50x50.jpg)


![Penerimaan Adik Baru PAS (Pembinaan Anak-anak Salman) ITB Semester 56 [5 Februari 2012] Penerimaan Adik Baru PAS (Pembinaan Anak-anak Salman) ITB Semester 56 [5 Februari 2012]](http://salmanitb.com/wp-content/uploads/2012/02/CFD-50x50.jpg)
Garretot
Friday, 30 October 2009
This theme is simply matchless
Thanks
Garretot