“Gading-Gading Ganesha” Singgah di Salman

sujiwo tejoGading-Gading Ganesha, sebuah film yang diangkat dari novel dengan judul yang sama, singgah di Masjid Salman ITB pada hari Minggu, 27 September 2009. Film yang bercerita tentang enam mahasiswa ITB ini, sengaja mengambil adegan di Masjid Salman lantaran masjid ini merupakan salah satu simbol kebangkitan ITB di era tahun 80-an.

Mengambil tempat di ruang utama masjid, selasar utara, dan halaman, shooting ini berlangsung cukup singkat, sekitar 4 jam. Meskipun begitu, adegan ini cukup penting guna memperlihatkan kedekatan mahasiswa ITB dengan masjid Salman ITB.

Sujiwo Tejo, sang sutradara, menyatakan secara garis besar film ini bertema nasionalisme. Meskipun begitu, ada beberapa sisi religius yang ingin diangkat lantaran memiliki hubungan yang cukup erat dengan ITB. Contohnya adalah kedekatan mahasiswa ITB dengan masjid Salman ITB.

Dalam adegan tersebut, diceritakan bahwa Gun-gun, mahasiswa Teknik Mesin asal Ciamis, bertemu dengan Fuad, mahasiswa Teknik Geologi asal Surabaya. Keduanya merupakan aktivis dalam kegiatan Islam, termasuk di Salman. Fuad diceritakan sedang resah lantaran rumahnya di Surabaya hangus terbakar. Saat itu, Gun-gun datang mengajaknya untuk berdiskusi di masjid. Fuad menolak lantaran masih memikirkan nasibnya atas musibah yang baru saja menimpanya.

Gading-Gading Ganesha merupakan novel karya Dermawan Wibisono, alumni ITB yang saat ini beraktivitas sebagai dosen di SBM ITB sekaligus Ketua Program Studi MBA ITB dari tahun 2006 hingga sekarang. Novel ini ditujukan untuk memperingati hari jadi ITB yang ke-50 tahun dan menceritakan tentang enam mahasiswa ITB dari beragam etnik, yaitu: Slamet (Trenggalek), Fuad (Surabaya), Poltak (Siantar), Gun Gun (Ciamis), Ria (Padang), dan Benny (Jakarta).

Seluruh kisah berawal dari keberangkatan masing-masing tokoh dari daerah asalnya untuk kuliah di Bandung. Namun, tidak semua perjalanan hidup mereka selama kuliah di ITB mulus. Ada berbagai lika-liku masalah yang menimpa mereka selama menjadi mahasiswa. Hingga akhirnya mereka meninggalkan ITB dan bertemu kembali setelah berpuluh-puluh tahun lamanya mengarungi bahtera kehidupan.

Submit your comment

Please enter your name

Your name is required

Please enter a valid email address

An email address is required

Please enter your message

Masjid Salman ITB © 2012 All Rights Reserved

Developed by Onnay Okheng.