Mari Mencontoh Rasulullah!

kairo_nil_badenBila direnungkan baik-baik, kita tidak bisa membayangkan bagaimana jadinya kehidupan kita tanpa adanya tuntunan yang mutlak. Sebab kalau mau jujur, semua yang bernama tuntunan hidup yang kita kenal di dunia ini kebenarannya relatif dan mudah diruntuhkan.

Salah satu contohnya adalah begini, kita mungkin masih ingat 64 tahun yang lalu sebelum kita merdeka, betapa banyak orang-orang yang kita anggap pahlawan tapi justru oleh para penjajah dianggap teroris. Itulah realita dunia, ketika semuanya serba tergantung pada kepentingan satu pihak dan golongan. Maka kita harusnya selalu berharap agar ketika menghadapi situasi sekarang ini, kita bisa berpikir lebih jernih agar kita tidak terbawa situasi dan penilaian yang tidak tepat.

Segala macam penilaian yang kita tentukan berefek bukan hanya bagi kehidupan di dunia, tapi juga di akhirat. Karena kelak di hari pengadilan nanti penilaian kita harus kita pertanggungjawabkan.

Maka dari itu dalam menjatuhkan sebuah penilaian kita harus berpegang teguh pada apa yang dicontohkan Rasulullah. Karena siapapun yang mencontoh Rasulullah akan dianggap masuk ke dalam golongannya, dan itu berarti kita akan mendapat apa yang kita harapkan datang dari Rasulullah. Misalnya saja syafaat di hari pengadilan nanti.

Tuntunan seperti apa yang dipersiapkan oleh Rasulullah? Jawabannya yaitu tuntunan yang sesuai dengan pola hidupnya.

Kita ambil contoh saja dalam persoalan ibadah, seperti yang kita tahu dalam beribada ada dua hal penting yang harus kita lakukan. Yang pertama niat ikhlas hanya karena Allah, dan yang kedua mengikuti contoh Rasulullah dalam beribadah. Dalam hal ini yang bukan kita bicarakan bukan saja tata caranya, tapi juga atmosfir yang harus kita bangun dan kita bentuk dalam ibadah itu.

[disarikan dari ceramah Jumat tgl 21 Agustus 2009]

Submit your comment

Please enter your name

Your name is required

Please enter a valid email address

An email address is required

Please enter your message

Masjid Salman ITB © 2012 All Rights Reserved

Developed by Onnay Okheng.