Sebelum berangkat haji, setiap calon jamaah biasanya terlebih dahulu harus menjalani pelatihan guna memantapkan perjalanan dan prosesi ibadah yang akan mereka jalani di tanah Haram nanti. Begitupun halnya dengan KBIH Masjid Salman ITB yang menyelenggarakan praktek umroh dan haji pertama.
Diselenggarakan di Taman Ganesha pada Minggu 5 Juli 2009 lalu, kegiatan ini diikuti oleh 101 calon jamaah haji yang telah mendaftar di KBIH Masjid Salman ITB.
Untuk keberangkatan haji tahun ini, KBIH Masjid Salman ITB sendiri telah mempersiapkan pelatihan yang harus diikuti oleh seluruh calon jamaah. Pelatihan ini terdiri dari tiga kali materi umroh dan haji yang kemudian diikuti satu kali praktek.
Tak hanya itu saja. Calon jamaah juga akan diberikan enam kali materi klasikal dengan mengulang kembali materi sebelumnya guna pemantapan yang ditambahkan pengurusan seputar logistic serta dilanjutkan praktek kedua sebelum keberangkatan.
Setelah praktek kedua, calon jemaah akan diberikan materi tambahan bagi mereka yang kurang paham atau tidak datang penuh selama pelatihan karena berhalangan. “Sehingga diharapkan jamaah telah benar-benar mengerti dan otomatis tahu apalagi yang harus dilakukan selama pelaksanaan ibadah. Terutama yang pokok-pokoknya sudah otomotis hapal,†ujar Iman Abdullah, Manager KBIH yang juga menjadi pembimbing haji tahun ini.
Pelaksanaan pelatihan kali ini merupakan yang kedelapan kali sejak pertama kali diadakan pada 2002. Setiap tahunnya, KBIH selalu berusaha memperbaiki kualitas layanan bagi para jamaah dan menjadikan setiap pemberangkatan sebagai acuan peningkatan pelayanan. “Melalui peningkatan pelayanan, feedback jamaah haji Salman bertambah dari tahun ke tahun,†tambah Iman.
Maksimalkan Potensi dan Terbuka
Menanggapi segala spekulasi seputar masalah yang biasa timbul saat jamaah melaksanakan ibadah seperti konsumsi, pelayanan kesehatan, dan pelaksanaan ibadah, KBIH selalu berusaha pada titik maksimal untuk bisa menyikapi dan mencari solusi atas kebijakan pemerintah, mana yang baik atau sesuai bagi jamaah. “Kita bisa saja sama atau berbeda dengan kebijakan pemerintah,†ujar Iman.
Selain itu, salah satu ciri KBIH Masjid Salman ITB, seperti yang diakui Iman, adalah selalu terbuka untuk membahas hal-hal yag masih meragukan pemahaman atau pengetahuan jamaah. Mulai dari kebijakan yang ada di tanah air, selama pelaksanaan ibadah, hingga kembali lagi ke tanah air. “Diskusi dilakukan secara terbuka antara pembimbing dan jamaah haji. Jadi mereka (jamaah haji-red) merasa dilayani dan diakomodasi,†tandasnya.
Masalah yang timbul pun dapat diatasi bersama-sama. “Saat pihak lain mengalami kekurangan, kita tidak mengalami. Karena sudah diantisipasi sebelumnya dan semua berdasar kesepakatan bersama. Relatif dari pelayanan ibadah maupun logistic, Salman cukup baik,†jelas Iman.
Belum selesai sampai jamaah tiba di tanah air dengan selamat, pihak KBIH setelah haji, mengadakan pertemuan-pertemuan dengan para jamaah untuk memberitahu tugas berikutnya kepada mereka, yaitu melaksanakan hikmah ibadah haji sebesar-besarnya. Harapannya, jamaah haji dapat menjalankan makna haji melalui perubahan ke arah yang lebih baik dengan menjadi agent of change bagi diri, keluarga, dan lingkungannya.
Hal itulah yang terjadi pada tiap angkatan jamaah haji yang pada akhirnya mendirikan KBIH baru ataupun memberikan masukan kepada KBIH di lingkungannya masing-masing atas apa dan bagaimana yang mereka pelajari dari KBIH Masjid Salman ITB.
“Tidak cukup hanya merubah diri saja, tapi juga harus bisa memberikan perubahan kepada keluarga dan lingkungannya. Menjadi motor perubahan ke arah yang lebih baik sesuai kemampuan dan amanatnya masing-masing,†tambah Iman serius.





![Sekolah Pranikah Angkatan 14 [19 Februari 2012] Sekolah Pranikah Angkatan 14 [19 Februari 2012]](http://salmanitb.com/wp-content/uploads/2012/02/poster-SPN-50x50.jpg)


![Aksi Donor Darah dan Infaq Transfusi [10 Februari 2012] Aksi Donor Darah dan Infaq Transfusi [10 Februari 2012]](http://salmanitb.com/wp-content/uploads/2012/02/IMG_4265-50x50.jpg)
